TRIBUNNEWS.COM - Tentara Israel menggelar latihan militer mendadak di Tepi Barat yang diduduki, dengan mengerahkan seluruh batalion dari divisi yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki tersebut, dilansir TRT World.
Dalam pernyataan pada Jumat, militer Israel mengatakan latihan itu digelar untuk menguji kesiapan dan kemampuan operasional pasukannya.
Militer Israel menambahkan bahwa seluruh batalion Divisi Tepi Barat telah dikerahkan untuk menghadapi “berbagai skenario kejutan”.
Latihan tersebut berlangsung di tengah serangkaian serangan Israel terhadap warga Palestina dan menjelang musim hari raya Yahudi.
Militer Israel mengklaim latihan itu merupakan bagian dari persiapan menghadapi hari-hari besar Yahudi yang akan datang.
Periode hari raya dimulai pada Jumat dengan Rosh Hashanah, Tahun Baru Yahudi, kemudian Yom Kippur pada 20 September dan Sukkot pada 25 September.
Israel secara rutin memperketat langkah-langkah militer dan pembatasan terhadap pergerakan warga Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur selama hari raya Yahudi.
Baca juga: Israel Mulai Ditinggal Sekutu: Inggris, Prancis, Kanada Kompak Sanksi Permukiman Tepi Barat
Menurut militer Israel, latihan tersebut akan berlangsung hingga Jumat sore dan mencakup pengerahan serta peningkatan pergerakan pasukan Israel di berbagai wilayah Palestina yang diduduki.
Tepi Barat yang diduduki telah mengalami peningkatan serangan Israel, termasuk penggerebekan terhadap kota, permukiman, dan kamp pengungsi Palestina, serta penangkapan, pembongkaran bangunan, dan pengerukan lahan.
Sementara itu, penggerebekan oleh pasukan keamanan Israel dan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel ilegal juga meningkat secara khusus sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak 1967 dan telah mendirikan permukiman di wilayah tersebut yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.
(*)