TRIBUNMATARAMAN.COM I BLITAR - Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin bersama pejabat Forkopimda mengecek sejumlah dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026).
Pengecekan dapur SPPG dilakukun untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar berjalan aman dan lancar.
Wali Kota Blitar Mas Ibin didampingi Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo dan Dandim 0808/Blitar, Letkol Inf Virlani Arudyawan, mengecek dua SPPG, yaitu di Jl Kali Brantas dan Jl Tanjung.
Mas Ibin memantau langsung dapur SPPG di dua lokasi tersebut, termasuk melihat cara penyajian menu makanan di dapur.
Mas Ibin mengatakan, pengecekan ini dilakukan untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) di dapur SPPG dijalankan dengan baik.
Baca juga: Perempatan Jalan WR Supratman Blitar Ditutup Total, Pengendara Dialihkan karena Proyek Gorong-Gorong
SPPG diharapkan mematuhi SOP agar makanan yang dihasilkan betul-betul higienis dan aman dikonsumsi para penerima manfaat program MBG.
"Supaya tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti keracunan dan sebagainya. Sekaligus mengantisipasi mungkin ada makanan kurang layak dan mungkin basi," kata Mas Ibin.
Dari hasil wawancara dengan pegawai SPPG, kata Mas Ibin, semua kegiatan di SPPG sudah dilakukan sesuai SOP.
Lalu, antara jarak masak dengan pendistrubisan ke penerima manfaat tidak terlalu jauh.
"Koordinasi SPPG dan sekolah juga bagus, jadi ketika makanan sudah siap langsung didistribusikan ke sekolah. Sekolah langsung memberikan ke para siswa," ujarnya.
Menurutnya, koordinasi dan sinergitas antara dapur SPPG dan sekolah sudah sangat bagus.
Dengan begitu, kekhawatiran soal kejadian yang tidak diinginkan di program MBG bisa diminimalisir.
"Namun demikian, kami pemerintah bersama pejabat Forkopimda sangat perhatian, kalau ada situasi kegawatdaruratan kami siap 24 jam untuk menangani," katanya.
Ia menjelaskan, dari hasil pengecekan, semua proses di SPPG sudah dilakukan sesuai SOP dengan menu yang bagus.
Ia meminta agar SPPG lebih meningkatkan koordinasi dengan sekolah penerima manfaat.
"Sekarang ada 29 SPPG yang beroperasi di Kota Blitar. Jadi, kami mohon program ini terus berlanjut untuk membantu masyarakat, terutama siswa dalam memenuhi gizi," ujarnya.
Kepala SPPG Jl Tanjung, Sukorejo, Kota Blitar, Paskalis mengatakan, ada sekitar 2.328 penerima manfaat dari 12 sekolah yang dilayani SPPG Sukorejo.
SPPG Sukorejo mulai memasak makanan pukul 03.00 WIB dan selesai sekitar pukul 06.00 WIB.
"Makanan mulai kami distribusi ke penerima manfaat pukul 07.30 WIB. Kami juga terus berkomunikasi dengan sekolah penerima manfaat," katanya.(ADV)
(Samsul Hadi/Tribunmataraman.com)