Life Jacket Bukan Milik Kapal Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak Krakatau, Pencarian Dilanjut
Laksmi Anindita September 11, 2026 10:36 PM

TRIBUNWOW.COM - Life jacket dan pelampung yang ditemukan Tim SAR pada hari ketiga pencarian dipastikan bukan milik speedboat Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga kru ke perairan Gunung Anak Krakatau.

Kepastian itu diperoleh setelah polisi meminta keterangan dari pemilik kapal Arupadhatu 1 dan Arupadhatu 2.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, perlengkapan keselamatan yang ditemukan Tim SAR tidak sesuai dengan peralatan yang digunakan kapal Arupadhatu 1.

"Hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan," kata Hengki di Posko SAR Carita, Pandeglang, Jumat (11/9/2026).

Sebelumnya, KAL Anyer menemukan sebuah life jacket berwarna oranye dan satu pelampung berwarna putih pada Kamis (10/9/2026).

Kedua benda tersebut ditemukan sekitar 7,5 nautical mile (NM) di sebelah barat Suar Tanjung Cikoneng, Anyer, Kabupaten Serang. Lokasinya berjarak sekitar 20 NM dari Gunung Anak Krakatau.

Setelah diperiksa, polisi memastikan kedua perlengkapan tersebut bukan bagian dari alat keselamatan speedboat Arupadhatu 1.

"Jadi, kepastiannya hasil temuan hari ketiga pencarian yang menemukan life jacket warna oranye dan satu buah pelampung warna putih, itu bukan milik atau bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu 1," ujar Hengki.

"Sudah kita BAP, kita minta keterangan. Itu berdasarkan penjelasan dari pemilik kapal, Bapak Sandi," kata Hengki.

Meski temuan tersebut bukan milik kapal yang dicari, operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat tetap dilanjutkan.

Pada Jumat (11/9/2026), pencarian telah memasuki hari keempat. Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran dan pemantauan di sejumlah sektor perairan Selat Sunda yang telah ditentukan Basarnas.

"Bahwa sampai dengan hari ini, hari keempat masih dilakukan searching maupun pemantauan langsung di sekitar TKP dengan pembagian beberapa sektor yang sudah ditentukan oleh Basarnas Provinsi. Dan sekarang masih berjalan," kata Hengki.

Hengki menyebut perkembangan terbaru pencarian akan disampaikan setelah seluruh tim menyelesaikan penyisiran.

Sebelumnya, lima jurnalis dan tiga kru speedboat dilaporkan hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Lima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Mereka berangkat bersama tiga kru speedboat, yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.