Persija vs Persib: I.League Terapkan Face Recognition untuk Suporter
Hery Kurniawan September 11, 2026 10:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - I.League menyiapkan pengamanan berlapis untuk duel Persija Jakarta kontra Persib Bandung di BRI Super League. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

El Clasico Indonesia ini akan berada di bawah pengawasan ekstra ketat. Operator liga mengerahkan perangkat identifikasi penonton dan pemetaan potensi kerawanan di sejumlah area tribun.

Oknum yang memicu kericuhan berisiko menerima sanksi berat, termasuk larangan menghadiri pertandingan liga di stadion seumur hidup, terpisah dari proses penindakan oleh kepolisian.

Integrasi Sobat Liga untuk Pengenalan Wajah

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memberikan keterangan dalam konfrensi pers BRI Super League 2025/2026 di SCTV Tower, Jakarta, Minggu (3/8/2025). (Bola.com/M Ichsan)
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memberikan keterangan dalam konfrensi pers BRI Super League 2025/2026 di SCTV Tower, Jakarta, Minggu (3/8/2025). (Bola.com/M Ichsan)

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan kamera pemindai wajah akan dipasang di beberapa titik dan sektor tribun yang dinilai rawan potensi gesekan. Pemetaan ini ditujukan agar pengawasan bisa lebih presisi sesuai karakter tiap sektor.

Ferry memaparkan, teknologi pengenal wajah tersebut terhubung langsung dengan sistem payment gateway resmi milik operator kompetisi, Sobat Liga. Integrasi ini memungkinkan verifikasi penonton dan penelusuran data yang relevan ketika dibutuhkan otoritas penyelenggara.

"Kami di I League juga membuat sistem payment gateway bernama Sobat Liga, yang dapat mengakomodir face recognitio n," ujar Ferry Paulus.

"Di beberapa titik sektor akan terlihat mana saja yang ada kemungkinan membuat hal-hal kegaduhan dan sebagainya," sambung mantan petinggi Persija Jakarta tersebut.

Sanksi Seumur Hidup untuk Pelanggaran Anarkis

Menurut Ferry, kehadiran pemindai wajah memudahkan petugas keamanan memetakan sumber kerawanan dan mempercepat penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi di dalam stadion.

Jika ditemukan tindakan anarkis atau pelanggaran berat, pelaku tidak hanya berhadapan dengan proses hukum kepolisian, tetapi juga sanksi sosial dan administratif dari pihak penyelenggara kompetisi.

"Suporter yang terbukti anarkis bisa dijatuhi hukuman larangan menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion seumur hidup," tegas Ferry.

Selain langkah pengetatan dari sisi operator, I League juga mengimbau manajemen Persija Jakarta dan Persib Bandung untuk aktif mengedukasi serta mengambil tindakan tegas terhadap basis pendukung masing-masing demi menjaga kondusivitas sepanjang pertandingan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.