Bekasi Goyang, Ibu Kota Terancam, Ambisi Plt Bupati Asep Kejar Investasi Rp70 Triliun
Budi Sam Law Malau September 11, 2026 10:17 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Kabupaten Bekasi bukan sekadar hamparan pabrik dan beton.

Daerah ini adalah 'jantung' yang memompa urat nadi perekonomian, tak hanya bagi wilayah penyangga, tetapi juga secara nasional.

Mengaum sebagai salah satu kawasan industri raksasa di Asia Tenggara, Kabupaten Bekasi kini bersiap melakukan lompatan besar.

Tak mau berpuas diri, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memasang target yang sangat ambisius.

 Jika saat ini aliran modal yang masuk telah menembus angka Rp50 triliun, orang nomor satu di Kabupaten Bekasi itu bertekad menggenjotnya ke level yang lebih tinggi.

"Sekarang di Kabupaten Bekasi ini investor yang masuk sudah Rp50 triliun. Ke depan, saya punya target Rp70 triliun akan masuk berinvestasi di sini," ungkap Asep penuh optimisme di sela agenda konsolidasi di Cikarang Barat, Jumat (11/9/2026).

Baca juga: Tri Adhianto Targetkan Tiga Tahun Kota Bekasi Bebas Kabel Semrawut

Menopang Nasib Ekonomi Ibu Kota

Ambisi Asep bukanlah angan-angan kosong. Secara statistik, daya tarik Kabupaten Bekasi sebagai medan magnet investasi memang luar biasa.

Saat ini, terdapat sekitar 1.100 perusahaan berskala besar yang beroperasi penuh.

Jika ditarik lebih luas ke tingkat usaha ber-Nomor Induk Berusaha (NIB), angkanya menyentuh rekor fantastis: 58 ribu perusahaan.

Semua roda ekonomi itu berputar melintasi 11 kawasan industri megah, di mana delapan di antaranya berstatus sebagai kawasan industri raksasa.

Menyadari skala yang begitu masif, Asep melontarkan sebuah peringatan tajam tentang betapa vitalnya posisi wilayah yang dipimpinnya.

"Kabupaten Bekasi merupakan pintu masuk ekonomi yang sesungguhnya. Kalau Bekasi sampai goyang, kami tidak tahu Ibu Kota akan jadi seperti apa," tegasnya lugas, menggambarkan betapa krusialnya stabilitas daerah tersebut.

Buruh Adalah Mitra, Bukan Mesin Produksi

Lantas, apa senjata rahasia untuk meraup kucuran investasi hingga Rp70 triliun?

Jawabannya bermuara pada harmonisasi dan keadilan.

Bagi Asep, investasi triliunan rupiah hanya akan menjadi angka di atas kertas jika iklim kerjanya memanas.

Oleh karena itu, perlindungan pekerja dan hubungan industrial yang adil mutlak berjalan beriringan.

Ia menolak keras pandangan usang kapitalis yang kerap mengerdilkan peran keringat para pekerja.

"Pemerintah Kabupaten Bekasi memandang bahwa buruh atau pekerja bukan sekadar faktor produksi, melainkan mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah," tegasnya.

Pendekatan memanusiakan pekerja ini terbukti ampuh. Lewat kolaborasi yang erat antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja, stabilitas keamanan di Bekasi kini berada di titik yang amat sejuk.

"Makanya ini benar-benar dijaga agar terus kondusif. Saya juga berangkat dari partai buruh. Alhamdulillah, sampai saat ini stabilitas terjaga dan jarang ada gejolak atau demo yang mengganggu roda industri," pungkas Asep menutup perbincangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.