Saldo Rekening Warga Batam Terkuras Bertahap, Perhiasan hingga Kamera Ikut Raib, Keponakan Dicurigai
Eko Setiawan September 11, 2026 10:25 PM

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kejadian mengejutkan dialami seorang warga Kampung Melayu, Sei Panas, Kecamatan Batam Kota, Batam, Wiwie.

Ia mendapati saldo rekening miliknya telah terkuras secara bertahap. 

Tak hanya uang, sejumlah barang berharga yang disimpan di dalam rumah juga hilang.

Total kerugian yang dialami Wiwie ditaksir mencapai hampir Rp100 juta.

Peristiwa tersebut baru diketahui Wiwie ketika hendak melakukan penarikan uang melalui mesin ATM di kawasan Bengkong, Batam, pada Senin (31/8/2026).

Saat mengecek saldo rekening, ia terkejut karena uang di dalam rekening tersebut sudah tidak tersisa.

Wiwie kemudian segera menghubungi suaminya, David, yang saat itu berada di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, untuk meminta segera kembali ke Batam.

David baru tiba di Batam pada Rabu siang (1/9/2026). 

Setelah itu, Wiwie bersama keluarga memeriksa barang-barang berharga yang disimpan di dalam rumah.

Dari pemeriksaan tersebut, mereka mendapati sejumlah barang juga telah hilang.

Di antaranya perhiasan, kamera dan handphone.

“Perhiasan, kamera, handphone juga hilang. Total kerugian hampir Rp100 juta,” ungkap Wiwie kepada media, Jumat (11/9/2026) malam.

Setelah mengetahui uang dan barang berharga hilang, Wiwie kemudian mencurigai keponakannya yang akrab disapa Acit.

Menurut Wiwie, Acit baru beberapa bulan berada di Batam. 

Ia datang ke kota tersebut untuk mencari pekerjaan dan kemudian tinggal bersama Wiwie di kawasan Kampung Melayu, Sei Panas.

Kecurigaan Wiwie semakin menguat setelah ia memperoleh rekening koran dari pihak bank.

Dalam dokumen tersebut, tercatat sejumlah transaksi penarikan uang melalui ATM dengan nominal yang berbeda-beda.

Wiwie menyebut nilai penarikan dalam setiap transaksi mencapai lebih dari Rp1 juta.

Bahkan, penarikan diduga dilakukan beberapa kali dalam satu hari.

“Kalau dilihat dari rekening koran, penarikannya dilakukan bertahap. Nominalnya di atas satu juta rupiah dan dalam sehari bisa lebih dari satu kali,” katanya.

Berdasarkan penelusurannya, Wiwie menduga uang di rekeningnya diambil melalui dua cara.

Pertama, saat Acit diminta membantu melakukan penarikan uang melalui ATM.

Namun, Wiwie menduga uang yang ditarik lebih besar daripada nominal yang dimintanya.

Cara kedua, Wiwie menduga kartu ATM miliknya diambil dari dalam dompet tanpa sepengetahuannya.

Kartu tersebut kemudian diduga digunakan untuk melakukan transaksi dan dikembalikan lagi ke tempat semula.

Kondisi itu membuat Wiwie tidak menyadari bahwa kartu ATM miliknya telah digunakan.

Di tengah persoalan tersebut, keberadaan Acit kini belum diketahui secara pasti.

Wiwie mengatakan Acit meninggalkan rumah pada Rabu pagi, sebelum David tiba dari Dabo Singkep.

Ia meyakini Acit masih berada di wilayah Batam.

Wiwie juga menduga sejumlah barang yang dibawa Acit masih bersamanya, termasuk satu unit sepeda motor Suzuki Shogun dengan nomor polisi BP 4139 DB.

Meski demikian, Wiwie mengaku belum mengetahui keberadaan Acit secara pasti.

Acit disebut sempat menghubungi Wiwie melalui sambungan telepon.

Dalam komunikasi tersebut, Acit disebut menangis dan meminta maaf.

Ia juga berjanji akan kembali ke rumah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Namun, hingga Jumat (11/9/2026) malam, janji tersebut belum terealisasi.

Wiwie mengatakan komunikasi tersebut menjadi salah satu alasan keluarga masih memberikan kesempatan kepada Acit untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Kami masih memberikan waktu untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ujarnya.

Sementara itu, suami Wiwie, David, mengatakan keluarga masih membuka ruang bagi Acit untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik.

Saat kejadian diketahui, David memang sedang berada di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, untuk menjalankan tugas peliputan.

Namun, ia menegaskan keluarga tidak menutup kemungkinan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

David mengatakan kesempatan masih diberikan kepada Acit untuk menunjukkan itikad baik dalam beberapa hari ke depan.

“Kami masih beri kesempatan. Kalau beberapa hari ke depan tidak ada itikad baik, persoalan ini akan kami bawa ke ranah hukum,” tegas David.

(Tribunbatam.id/Febriyuanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.