Provinsi Kepri Masuk Tiga Besar TBC Terendah Tahun 2026 di Indonesia, Ini Datanya
Eko Setiawan September 11, 2026 10:25 PM

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masuk dalam tiga daerah terendah, dalam hal capaian temuan kasus tuberkulosis (TBC) tahun 2026.

Kepri tercatat hanya menemukan 4.094 kasus TBC, atau baru mencapai 29,6 persen dari target 13.825 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Dibawah Kepri, ada Provinsi Bengkulu dengan 2.303 kasus dan Papua Pegunungan sebanyak 1.338 kasus TBC 

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan, capaian temuan kasus TBC di Kepri tercatat mengalami penurunan sementara waktu, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Di tahun 2025, capaian temuan TBC Kepri diangka 6.832 kasus, atau mencapai 49,8 persen dari target 13.731 yang ditetapkan pada tahun tersebut.

Selain itu, Wamenkes juga memaparkan terkait tujuh kabupeten/kota di Kepri yang masih belum mencapai target TBC sepanjang tahun 2026. 

Di Kota Batam, temuan kasus TBC ada sebanyak 2.806 kasus, lalu disusul Kota Tanjungpinang sebanyak 457 kasus.

"Kemudian Bintan 232 kasus, Karimun 314 kasus, Lingga 119 kasus, Natuna sebanyak 109 kasus dan Anambas 58 kasus," papar Benjamin saat di Aula Kantor Gubernur Kepri, di Dompak, Kota Tanjungpinang, Jumat (11/9/2026)

Wamenkes RI juga menyampaikan terkait baru ada empat kabupeten di Kepri yang mencapai target kasus TBC terobati tahun 2025, yakni Bintan sebanyak 486 kasus terobati, Anambas 91 kasus, Natuna 176 kasus dan Karimun 512 kasus.

Sementara tiga daerah lainnya, yakni Kota Tanjungpinang sebanyak 737 kasus, Batam 4.260 kasus dan Lingga 170 kasus tidak mencapai target kasus TBC yang diobati.

Benjamin menjelaskan, saat ini petugas kesehatan mengalami kendala untuk mencari pengidap TBC, terutama yang tertular dirumah. Sehingga, dibutuhkannya kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan di Puskesmas.

"Sehingga diperlukannya cek kesehatan gratis (CKG) dan alat x-ray  TBC. Agar dapat mengobati masyarakat, biar kasusnya dapat dilacak," kata dia.

Nantinya, Kemenkes RI akan memberikan bantuan 10 alat x-ray TBC dan dana untuk petugas nakes, agar dapat mentracing TBC hingga ke penghujung Pulau yang ada di Kepri.

Alat tersebut, nantinya akan disebar di 10 Puskesmas yang ada di Provinsi Kepri. "Kita juga minta Pemda untuk saling berkoordinasi. 

Karena membasmi TBC ini memerlukan kerjasama lintas sektor, tidak sendiri," kata dia. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.