Dikirim ke Wilayah Karhutla untuk Edukasi dan Evaluasi, Calon Pati Polri Berikan 4 Rekomendasi
Adi Suhendi September 11, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para peserta didik sekolah staf dan pimpinan tinggi (Serdik Sespimti) Polri yang dikirim untuk memberikan edukasi dan evaluasi memberikan 4 rekomendasi soal penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ketua Senat Serdik Sespimti Polri Angkatan 36, Kombes Dony Alexander mengatakan dalam hal ini peristiwa Karhutla di sejumlah wilayah termasuk di Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur masih menjadi tantangan serius.

Ia mengatakan dampaknya pun tak bisa dianggap ringan. 

Selain merusak ekosistem hutan dan menurunkan kualitas lingkungan, Karhutla juga menimbulkan kabut asap berdampak pada kesehatan masyarakat.

"Kemudian mengganggu aktivitas pendidikan dan perekonomian, serta dapat menimbulkan kerugian material maupun immaterial yang tidak sedikit,” kata Dony dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (10/9/2026).

Untuk itu, para calon perwira tinggi (pati) Polri melalui Satgas Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 hadir untuk memberikan pencerahan dan evaluasi penanganan Karhutla tersebut.

“Guna membangun kesadaran kolektif dan memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla, melalui pendekatan edukasi, dialog, dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Baca juga: Bangun Kesadaran Cegah Karhutla, Sektor Industri Edukasi Pelajar SMA

Namun, ia menyadari edukasi dan evaluasi ini tidak hanya bisa dikerjakan Polri saja melainkan harus ada kerjasama dengan instansi terkait hingga tokoh adat dan tokoh agama untuk menumbuhkan kesadaran.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada kesiapsiagaan dini, deteksi yang cepat, serta respons yang terkoordinasi dengan baik dari semua pihak,” ucapnya.

Empat Rekomendasi

Adapun empat rekomendasi yang diberikan di antaranya:

1. Mengidentifikasi secara mendalam wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan karhutla sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran.

2. Merumuskan langkah-langkah strategis dan operasional dalam pencegahan karhutla, termasuk penguatan sistem deteksi dini, patroli terpadu, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

3. Memperkuat koordinasi dan komunikasi antarlembaga dan antarpihak, agar apabila terjadi kebakaran, respons penanganan dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan efektif.

4. Menghimpun masukan, aspirasi, dan rekomendasi dari seluruh peserta sebagai bahan penyusunan program edukasi dan rencana aksi pencegahan karhutla.

322 Personel Dikirim ke 6 Provinsi

Polri sebelumnya mengirimkan 322 peserta didik (serdik) calon perwira menengah (pamen) dan perwira tinggi (pati) Polri ke sejumlah daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk melakukan edukasi hingga evaluasi penanganan.

Baca juga: Wapres Minta Sekolah Sesuaikan Pembelajaran di Tengah Karhutla, Keselamatan Siswa Diutamakan

Pengiriman personel ini merupakan gelombang kedua Satgas Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ke enam provinsi khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan di antaranya Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Riau, Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mereka bertugas bertugas selama 10 hari sejak diberangkatkan dari Jakarta sejak Senin (7/9/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.