KBM di Manggarai Barat Tetap Jalan Meski Ratusan Ruang Kelas Masih Rusak
Ryan Nong September 12, 2026 12:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar


POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Gempa bumi berdampak serius terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat. Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ambrosius Kodo mengatakan sebanyak 661 ruang kelas mengalami kerusakan, namun kondisi tersebut tidak menghentikan aktivitas belajar mengajar.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambrosius Kodo mengatakan pembelajaran di sekolah terdampak tetap dilakukan dengan sistem terbatas.


Pembatasan diterapkan pada kelas yang mengikuti pembelajaran, jumlah siswa, dan jam pelajaran. Khususnya, kelas 12 menjadi salah satu prioritas agar siswa tetap mendapatkan ruang untuk belajar di tengah situasi pascabencana.

Baca juga: Pemuda Katolik NTT dan Nakes RSKD Jiwa Naimata Terobos Wilayah Terisolir Gempa Flores 


 Namun, menurutnya KBM terbatas bukan semata-mata untuk mengejar materi pelajaran. Kehadiran siswa di sekolah juga menjadi bagian penting dari pemulihan psikososial setelah gempa dan gempa susulan yang masih terjadi.


 “Tujuan utamanya mendukung pemulihan psikososial. Mereka berkumpul dengan teman-teman sekolah, bertemu guru, sebagai media untuk sejenak mengurangi tekanan akibat kejadian gempa,” ujaf Ambrosius, Jumat (11/9/2026). 


 Ia menilai interaksi siswa dengan guru dan teman sebaya dapat membantu membangun kembali rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan optimisme bahwa kehidupan perlahan dapat kembali normal.


 “Kita ingin menumbuhkan kembali optimisme anak-anak kita bahwa kehidupan sudah mulai berjalan normal secara perlahan-lahan. Mereka masih bisa melihat masa depan walaupun dihimpit bencana,” ujarnya.

 


Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT menunjukkan, dari 661 ruang kelas yang rusak di Manggarai Barat, 91 ruang mengalami rusak total, 172 rusak berat, 256 rusak sedang, dan 142 rusak ringan.


"Bicara soal pendidikan dasar dan menengah kita punya 184 sekolah lebih yang tersebar di 7 kabupaten dengan total ruang kelas rusak 882 yang terdata saat ini dan masih terus kita rapikan," ujarnya. 


Untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan, kepala sekolah diberikan ruang mengakses bantuan untuk menyediakan tempat belajar darurat. Bantuan dapat digunakan untuk membeli terpal, rangka, serta material lokal seperti kayu untuk membangun tenda atau ruang belajar sementara.


 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah menyiapkan dukungan ruang kelas darurat bagi sekolah terdampak.


 Ambrosius mengatakan tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT telah bergerak dari Aimere menggunakan kapal penyeberangan sambil membawa terpal untuk mendukung satuan pendidikan terdampak, khususnya jenjang pendidikan menengah.


 Penanganan pendidikan dasar menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Sementara pemerintah kabupaten dan provinsi sama-sama mendapat dukungan pemerintah pusat dalam penanganan dampak bencana.


 Di tengah kondisi tersebut, Ambrosius memberikan apresiasi kepada  para guru-guru yang tetap melakukan tugas dengan baik meskipun bagian dari yang terdampak


"Bagi siswa-siswi ya tetap semangat  Masa depan kalian tidak kemudian terbunuh oleh bencana gempa bumi kalian masih bisa lihat Masa depan kalian dan tetap terus belajar yang penting belajar walaupun ruang kelas sudah rusak akibat bencana," ujarnya. (iar) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.