Wabup Malaka Turun Langsung Pantau Empat Siswa SDK Kabukalaran di RSUPP Betun
Ryan Nong September 12, 2026 12:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota


POS-KUPANG.COM, BETUN - Pemerintah Kabupaten Malaka bergerak cepat merespons dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa Sekolah Dasar Katolik (SDK) Kabukalaran, Desa Lakulo, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (10/9/2026).


Respons tersebut ditunjukkan dengan turunnya langsung Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu (HMS) ke Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun untuk memastikan kondisi para siswa yang sedang mendapatkan penanganan medis.


Wakil Bupati HMS datang mewakili Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran (SBS). Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Malaka tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi kesehatan anak-anak yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi MBG.


Di RSUPP Betun, HMS memastikan para siswa mendapatkan pelayanan medis sesuai kondisi masing-masing. Pemantauan tersebut dilakukan sekaligus untuk mengetahui perkembangan kondisi siswa yang sebelumnya telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Weliman.


Sebelumnya, jajaran Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Kesehatan juga langsung turun ke Puskesmas Weliman setelah mendapatkan informasi mengenai adanya sejumlah siswa SDK Kabukalaran yang mengalami gangguan kesehatan.


Tim kesehatan melakukan pemantauan terhadap para siswa sekaligus memastikan fasilitas kesehatan memberikan penanganan medis yang diperlukan. Para siswa kemudian menjalani pemeriksaan dan observasi sesuai kondisi kesehatan masing-masing.


Dari penanganan awal tersebut, sebagian siswa dinyatakan mengalami perkembangan kondisi yang membaik dan telah diperbolehkan kembali ke rumah. Sementara empat siswa kemudian dirujuk ke RSUPP Betun untuk mendapatkan pelayanan medis lebih lanjut.


Keempat siswa tersebut tiba di RSUPP Betun dan langsung mendapatkan pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Berdasarkan pemeriksaan dokter, para siswa sebelumnya sempat mengalami muntah dan dalam kondisi lemas sehingga diberikan penanganan berupa rehidrasi cairan untuk mencegah dehidrasi.


Hingga Kamis malam, keempat siswa yang dirujuk tersebut masih berada di RSUPP Betun untuk menjalani perawatan dan pemantauan tenaga medis. Kondisi mereka dilaporkan membaik setelah mendapatkan penanganan awal.


Pemerintah Kabupaten Malaka memastikan perkembangan kondisi para siswa terus dipantau dan penanganan kesehatan dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas Weliman, dan RSUPP Betun.


Pemda Malaka juga memberikan perhatian terhadap proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih belum dapat dipastikan.


Pemeriksaan lebih lanjut terhadap sampel makanan MBG diperlukan untuk memastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau disebabkan oleh faktor lainnya.


Respons cepat Pemerintah Kabupaten Malaka dalam menangani kejadian tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan dan kesehatan siswa sebagai penerima program MBG.


Pemkab Malaka juga memastikan akan terus memantau kondisi para siswa hingga mereka dinyatakan pulih dan dapat kembali ke rumah masing-masing. Koordinasi dengan fasilitas kesehatan dilakukan agar setiap siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera memperoleh pelayanan.


Hingga saat ini, empat siswa yang dirujuk ke RSUPP Betun masih mendapatkan penanganan dan pemantauan dari tenaga medis. Pemerintah daerah memastikan perkembangan kondisi mereka menjadi perhatian hingga seluruh proses pelayanan kesehatan selesai. (ito)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.