Imbang 2-2 Lawan Dewa United, Bhayangkara Presisi Lampung FC Posisi 8
taryono September 12, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bhayangkara Presisi Lampung FC harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tuan rumah Dewa United Banten FC dengan skor 2-2 dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2026 di Banten International Stadium (BIS), Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Jumat (11/9/2026) malam.

Baca juga: Dewa United 2 vs 2 Bhayangkara FC, VAR Gagalkan Kemenangan Skuad The Guardians

Hasil tersebut menempatkan tim berjuluk The Guardian of Saburai itu di peringkat ke-8 klasemen BRI Super League.

Dua gol Bhayangkara Presisi Lampung FC masing-masing dicetak M. Ristovski pada menit ke-29 dan J. Brenes pada masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya menit 45+4.

Tambahan satu poin tersebut membuat skuad asuhan Oscar Bruzon mengoleksi dua poin dari dua laga awal. Sebelumnya, Bhayangkara Presisi Lampung FC juga bermain imbang 1-1 saat menantang Persebaya Surabaya di Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung, pekan lalu.

Dewa United Banten FC berada di posisi teratas dengan raihan empat poin. Sementara itu, Arema FC dan Persib Bandung berada di peringkat kedua dan ketiga,  sedangkan Isen Mulang FC menjadi tim yang berada di dasar klasemen.

Pelatih kepala Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, menilai anak asuhnya seharusnya mampu mengamankan kemenangan penuh dalam laga tandang tersebut.

"Kami merasa pertandingan kali ini seharusnya bisa mendapatkan tiga poin. Di babak pertama kami sempat mengalami kesulitan, khususnya di area sayap karena lawan menaikkan fullback dan mencoba melakukan overload," kata Coach Oscar.

Menurutnya, efisiensi dalam penyelesaian akhir masih menjadi evaluasi penting lantaran timnya memiliki sejumlah peluang matang sejak menit awal yang gagal dikonversi menjadi gol tambahan.

Skuad Bhayangkara Presisi Lampung FC dinilai seharusnya mampu mencetak lebih dari dua gol.

Selain itu, tim juga mengubah struktur permainan dengan menempatkan lima pemain di lini tengah saat unggul 2-1 demi meredam serangan dari sektor sayap lawan.

Namun, masuknya pemain pengganti pada menit ke-70 dinilai tidak mampu mempertahankan intensitas permainan seperti pemain yang ditarik keluar.

Keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC akhirnya sirna setelah tuan rumah mendapat hadiah penalti pada menit ke-85 yang mengubah skor menjadi 2-2.

"Kepemimpinan wasit secara umum baik, tapi ada satu hal yang saya pertanyakan terkait penggunaan VAR," kata Oscar.

Ia menjelaskan, di seluruh dunia, ketika ada panggilan VAR, hal tersebut dilakukan untuk melihat dan membenarkan keputusan yang salah.

Namun, jika intervensi VAR terjadi dan keputusan yang dinilai keliru tetap dijalankan, hal tersebut tentu menjadi pertanyaan.

Meski begitu, Oscar tetap mengapresiasi mentalitas anak asuhnya yang sanggup mencuri poin dari dua laga berat secara beruntun melawan Persebaya dan Dewa United.

Sementara itu, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, Frengky Missa, menilai pertandingan berjalan sangat ketat.

Menurutnya, masuknya ke lapangan merupakan bagian dari penyesuaian taktik untuk menambal sektor pertahanan yang sempat dieksploitasi lawan.

"Babak pertama ada instruksi dari Coach Oscar dan kami bisa memecahkan masalah hingga unggul," kata Frengky.

Pada babak kedua, tim berusaha mempertahankan keunggulan tersebut, tetapi keberuntungan belum berpihak.

"Saya berusaha menjalankan instruksi pelatih terkait body shape dan mengantisipasi umpan terobosan lawan," kata Frengky.

Dengan modal dua poin dari dua laga tandang, Bhayangkara Presisi Lampung FC kini mengalihkan fokus untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Tim berharap dapat memetik kemenangan perdana saat melakoni laga kandang berikutnya menghadapi Isen Mulang FC.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.