11 September 2026
David Raya membuka musim 2026/27 dengan melanjutkan performa yang ia tunjukkan pada akhir musim lalu, sementara tiga rekrutan anyar masuk dalam 10 besar kiper Liga Primer.
Penjaga gawang Arsenal itu sangat berpengaruh dalam keberhasilan The Gunners menjuarai Liga Primer musim lalu, dan ia kembali menjadi sosok penting pada awal upaya mempertahankan gelar mereka.
Ia menempati posisi teratas dalam peringkat kiper Liga Primer 2026/27 versi Gradient Sports.
Sebagai penjelasan singkat, pemeringkatan pemain dinamis Gradient menggabungkan dua indikator utama: Overall Grade dan Impact Score. Dalam konteks ini, Overall Grade menunjukkan seberapa baik seorang pemain menjalankan keterampilan yang paling penting bagi seorang kiper; sementara Impact Score menjelaskan seberapa sering kiper tersebut menghasilkan dampak penting.
Dengan itu sebagai dasar, berikut peringkat kiper Liga Primer musim 2026/27 dengan syarat minimal tampil dua kali…
1) David Raya (Arsenal) Grade: 80.7 (3rd overall in Premier League) Impact Score: 7.0 (2nd overall in Premier League)
Kiper dengan peringkat tertinggi musim lalu, terutama karena memiliki Impact Score terbaik di Liga Primer, terus melanjutkan tren tersebut. Hanya ada dua kiper yang berada di atasnya di lima liga top Eropa: Christos Mandas dari Lazio dan Marco Carnesecchi dari Atalanta.
Apakah Liverpool melakukan kesalahan dengan menjual Kelleher? Nilai kiper asal Irlandia itu merupakan yang tertinggi kedua di antara para kiper Liga Primer dan jauh lebih baik daripada Alisson. Terus gulir, para penggemar Liverpool…
Kiper Bournemouth itu memiliki nilai shot-stopping tertinggi di Liga Primer — dan selisihnya cukup jauh. Penyelamatan refleks Petrovic untuk menggagalkan peluang Jarrad Branthwaite dari Everton dari jarak sangat dekat menjadi satu dari tiga ‘big-time saves’ di liga sejauh musim ini.
4) Konstantinos Tzolakis (Hull City) Grade: 69.1 (7th) Impact Score: 7.5 (1st)
Satu-satunya kiper yang mungkin belum banyak dikenal sebelum musim panas ini adalah satu-satunya yang masih belum kebobolan setelah tiga pertandingan. Tzolakis memang mendapat perlindungan sangat baik dari Hull — ada 14 kiper yang menghadapi lebih banyak tembakan tepat sasaran — tetapi ia tetap membuat penyelamatan krusial di setiap laga The Tigers sejauh ini, yang memberinya Impact Score tertinggi di liga.
Tidak ada kiper Liga Primer yang menghadapi lebih banyak tembakan tepat sasaran daripada Henderson, tetapi dari delapan gol yang bersarang ke gawang Crystal Palace, penjaga gawang timnas Inggris itu telah kemasukan lima gol yang oleh Gradient dianggap sebagai gol yang ‘seharusnya bisa diselamatkan’ — juga tertinggi di Liga Primer.
6) Gianluigi Donnarumma (Manchester City) Grade: 77.0 (5th) Impact Score: 6.3 (11th)
Kiper City itu baru menghadapi tujuh tembakan tepat sasaran, tetapi ia tampil di atas ekspektasi dalam empat di antaranya — tiga kali saat bermain kandang melawan Coventry yang baru promosi untuk menjaga kemenangan 1-0.
7) Senne Lammens (Manchester United) Grade: 73.0 (6th) Impact Score: 6.0 (15th)
Lammens mendapat kritik dari sebagian pendukung United di media sosial yang menganggap kebobolan enam gol dalam tiga pertandingan berarti sudah waktunya Karl Darlow dimainkan. Jelas tidak demikian. The Gradient grades menunjukkan bahwa Lammens telah menjalankan seluruh aksi shot-stopping setidaknya sesuai ekspektasi, dengan lima penyelamatan di atas ekspektasi.
8) James Trafford (Leeds United) Grade: 66.4 (8th) Impact Score: 6.8 (3rd)
Pemain baru Leeds itu mulai membayar harga rekor yang dikeluarkan klub Yorkshire tersebut dengan menepis 12 dari 14 tembakan tepat sasaran yang ia hadapi sejauh ini. Dua penyelamatan di atas ekspektasinya: satu untuk menepis sundulan Igor Jesus pada pekan pembuka; dan satu lagi untuk menggagalkan tembakan melengkung Malick Yalcouye saat melawan Brighton.
9) Antonin Kinsky (Tottenham Hotspur) Grade: 65.3 (9th) Impact Score: 6.4 (11th)
Terlepas dari start buruk Spurs, Kinsky sebenarnya cukup terlindungi — hanya lima kiper yang telah memainkan ketiga pertandingan sejauh ini yang menghadapi lebih sedikit tembakan tepat sasaran. Hanya Bart Verbruggen yang mencatat persentase penyelamatan lebih rendah dari tembakan tepat sasaran yang dihadapinya.
10) Emiliano Martinez (Chelsea) Grade: 65.0 (10th) Impact Score: 6.2 (13th)
Martinez baru memainkan dua pertandingan sejak dibeli secara tergesa-gesa ketika akhirnya Chelsea menyadari bahwa Robert Sanchez memang tidak cukup baik. Namun, bintang Argentina itu tetap telah menghadapi lebih banyak tembakan tepat sasaran dibanding semua kiper lain kecuali penjaga gawang Ipswich dan Crystal Palace.
11) Lukas Hornicek (Newcastle United) Grade: 63.8 Impact Score: 6.6
12) Jordan Pickford (Everton) Grade: 62.9 Impact Score: 6.7
13) Zion Suzuki (Aston Villa) Grade: 58.5 Impact Score: 6.8
14) Matz Sels (Nottingham Forest) Grade: 59.0 Impact Score: 6.5
15) Robin Roefs (Sunderland) Grade: 58.8 Impact Score: 6.5
16) Carl Rushworth (Coventry City) Grade: 60.3 Impact Score: 5.9