Riwayat Penyakit Kanaya Vokalis Emka 9 Sebelum Meninggal, Adik Sebut Tak Pernah Ngeluh, KDM Menangis
Aggi Suzatri September 15, 2026 02:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM – Vokalis grup musik Emka 9, Kanaya Whu (36), meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker.

Pemilik nama asli Wulan Isti Maharani ini mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kepastian mengenai penyakit yang diidap almarhumah dikonfirmasi langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang hadir melayat ke rumah duka dan mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya di Kampung Mekarsari, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (13/9/2026).

"Di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, karena menderita kanker," ungkap KDM seusai menghadiri prosesi pemakaman, dilansir dari Tribunjabar.com.

Baca juga: Unggah Momen Lagu Terakhir Kanaya, Dedi Mulyadi Menangis Lepas Kepergian Sang Vokalis Emka 9

Berawal dari Sakit Lambung

Pihak keluarga membeberkan kronologi penurunan kondisi kesehatan Kanaya sebelum akhirnya dirujuk ke Bandung.

Adik kandung almarhumah, Nurinda Hasbina, mengungkapkan bahwa sang kakak sempat menjalani perawatan selama hampir dua minggu di rumah sakit.

Adapun sebelumnya, Kanaya mengidap sakit lambung.

"Hampir dua minggu dirawat. Sebelumnya sakit lambung dan ada perawat ke rumah. Di rumah sakit tidak ada perkembangan di Purwakarta, lalu dirujuk ke Bandung," kata Nurinda.

Meski menahan sakit yang cukup berat, Nurinda mengenang sang kakak sebagai sosok yang tak pernah mengeluh kepada orang-orang terdekatnya.

"Saya berharap semua kebaikan kakak bisa bermanfaat bagi orang-orang di sini. Kakak manja banget, tapi tidak pernah mengeluh meskipun sedang sakit, apalagi ke orang terdekat," tuturnya.

Menurut Nurinda, sakit yang diderita almarhumah sudah lama, tapi kakaknya itu tetap kuat dan tidak menunjukkan rasa sakitnya.

"Bisa terbilang sakit dari dulu, tapi kakak kuat banget, mungkin hari ini Allah lebih sayang membawa kakak ke sampingnya," kata Nurinda sambil mengusap air mata, dilansir dari Tribunpriangan.com pada Senin (14/9/2026).

Baca juga: Isi Pesan Terakhir Vokalis Emka 9 Kanaya Whu Kepada Sang Adik Sebelum Meninggal Dunia

Bahkan, ia menyebut sang kakak sebagai sosok yang perhatian kepada keluarga, meskipun saat sakit selalu menanyakan kabar keluarga di kampung.

"Kakak adalah sosok tidak enakan, di saat sakit dia sedang dirawat sering memikirkan orang lain yang menunggu dan takut merepotkan, padahal saya ingin selalu temani dia lagi sakit sampai sembuh," kata mahasiswi Universitas Siliwangi Tasikmalaya semester III ini.

Dampingi KDM Sejak 2019  

Kanaya dikenal sebagai bagian penting dalam perjalanan dinas Dedi Mulyadi.

Sebagai vokalis Emka 9 yang bertugas menjadi tim pendamping musikal, ia telah mengiringi langkah KDM sejak menjabat Bupati Purwakarta, Anggota DPR RI, hingga menjadi Gubernur Jawa Barat.

"Sejak 2019 beliau bareng kami, sudah berapa tempat tatar Jabar hingga tatar Papua ikut. Semoga almarhumah diterima iman Islamnya," kata KDM dengan mata berkaca-kaca di hadapan makam almarhumah.

Prosesi pemakaman Kanaya yang berjarak sekitar 500 meter dari kediamannya turut diantar oleh jajaran pejabat daerah, seperti Sekda Jabar, Wakil Bupati Tasikmalaya, hingga Bupati Cianjur, diiringi isak tangis dari keluarga, kerabat, serta warga sekitar.

"Beliau, tim jiwa spirit kami dari saya waktu jadi Bupati Purwakarta, Anggota DPR RI. Gubernur Jabar anjeunna nyarengan (beliau terus bersama)," kata Dedi sambil terisak air mata di hadapan makam Kanaya.

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa kasih sayang (tanda kanyaah), KDM mengumumkan rencana pemugaran masjid tempat pemulasaraan jenazah Kanaya yang berlokasi di dekat kediamannya.

Bangunan ibadah tersebut nantinya bakal dinamai Tajug Kanaya.

"Saking kacinta, nanti saatos 40 dinten masjid tempat netepan manawi di widian ka tokoh bade dibangun masjid namina Tajug Kanaya," ucap KDM. Rencana ini juga dibenarkan oleh Kepala Desa Sukajadi, Muhammad Syahid.

Penyerahan Tabungan Rp400 Juta untuk Keluarga

Tak hanya memastikan pembangunan tempat ibadah, KDM juga menyerahkan secara langsung dana tabungan senilai Rp400 juta milik almarhumah kepada ibundanya, Ibu Lilis, beserta keluarga.

Uang ratusan juta rupiah tersebut merupakan hasil jerih payah Kanaya yang terhimpun selama mengabdi sebagai tim pengiring musik KDM sejak tahun 2019.

"Saya mau menyampaikan rezeki Kanaya yang selama ini disimpan di Gubernur Jabar Rp400 juta. Mudah-mudahan tiasa manfaat buat ibunya serta sodaranya," tutur KDM.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.