Keputusan Probowo Tunjuk Suahasil Jadi Menkeu usai Copot Purbaya Diapresiasi ReJo
Wahyu Gilang Putranto September 15, 2026 02:33 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya, Senin (14/9/2026).

Ketua Umum Relawan Jokowi for Prabowo-Gibran (ReJO), HM Darmizal, mengapresiasi langkah reshfulle tersebut. 

Menurutnya, pergantian ini menunjukkan kepekaan pemerintah terhadap situasi ekonomi dan dinamika pasar keuangan terkini.

“Kami di ReJO sangat mengapresiasi keputusan cepat dan terukur yang diambil oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Langkah pergantian pos Menteri Keuangan dari Purbaya kepada Suahasil Nazara merupakan wujud nyata dari sebuah pemerintahan yang responsif dalam membaca situasi,” ujar Darmizal dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Keputusan Prabowo juga dianggap sigap meredam keresahan publik, sekaligus menjawab tuntutan riil dari masyarakat luas, pelaku pasar, dan dunia internasional yang menginginkan kepastian serta stabilitas.

Diketahui, Suahasil bukan figur baru di Kementerian Keuangan.

Sebelum ditunjuk memimpin kementerian tersebut, Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia ini pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) serta Wakil Menteri Keuangan lintas periode pemerintahan.

Rekam jejak teknokratis tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengelola dinamika APBN di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi nilai tukar.

“Dengan pengalaman yang sangat matang dan pemahaman mendalam terhadap struktur APBN serta makroekonomi, kami sangat optimis kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru akan mampu membawa angin segar."

"Situasi keuangan negara, stabilitas nilai tukar, serta kepercayaan makroekonomi kita diyakini akan segera berangsur membaik dan semakin kuat pasca-reshuffle ini,” tambah Darmizal.

Darmizal berharap masuknya figur internal yang berpengalaman dapat segera direspons positif oleh lantai bursa, menjaga stabilitas rupiah, dan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi memastikan kelanjutan program ekonomi pemerintah.

Baca juga: Respons Drama Gonta-ganti Menkeu di Kabinet Prabowo, CELIOS ungkap Risiko Kebingungan Pasar

Kata Suahasil usai Dilantik

Usai prosesi pelantikan, Suahasil mengungkapkan adanya arahan khusus dari kepala negara. Ia diinstruksikan untuk memprioritaskan aspek kesehatan serta kredibilitas instrumen keuangan negara ke depan.

"Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," ujar Suahasil kepada awak media.

Suahasil menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan fondasi penting yang harus mampu mendukung seluruh agenda prioritas pemerintah secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengelolaannya wajib bertumpu pada prinsip kehati-hatian.

"Karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya," tambahnya.

Berdasarkan postur APBN 2026, pemerintah menetapkan belanja negara sebesar Rp3.842,7 triliun dengan target pendapatan Rp3.153,6 triliun. Angka tersebut menghasilkan proyeksi defisit anggaran di kisaran Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari produk domestik bruto (PDB). Seluruh instrumen pembiayaan ini diarahkan untuk menopang program-program prioritas nasional.

Tantangan pengelolaan fiskal berlanjut pada penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dalam kerangka awal, belanja negara diproyeksikan mencapai Rp4.097,2 triliun, sementara pendapatan ditargetkan sebesar Rp3.426 triliun dengan defisit direncanakan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen PDB.

RAPBN 2027 dirancang untuk mengakomodasi delapan program kerja prioritas nasional. Sektor-sektor tersebut mencakup ketahanan pangan, pengembangan energi dan air, peningkatan mutu pendidikan serta kesehatan, hilirisasi industri, percepatan infrastruktur dan perumahan, penguatan ekonomi desa, hingga program pengurangan kemiskinan.

Baca juga: “Solid!” Teriak Ratusan Pegawai Kemenkeu dari Selasar Sambut Menkeu Baru Suahasil Nazara

Kondisi ini menuntut Kementerian Keuangan menjaga keseimbangan antara agresivitas pembiayaan program, kapasitas pendapatan, serta upaya pengendalian defisit secara terukur.

Suahasil menegaskan akan meneruskan langkah-langkah strategis yang selama ini telah dijalankan oleh jajaran internal kementeriannya guna menjaga stabilitas ekonomi makro.

"Kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras, akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan dan APBN yang juga bisa betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia," pungkasnya.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.