Klarifikasi Juicy Luicy Batal Tampil di Batam, Persilakan ke Jalur Hukum: Perlukah Kami Minta Maaf?
Yurika NendriNovianingsih September 12, 2026 09:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Grup musik Juicy Luicy belakangan menuai sorotan tajam setelah batal tampil di Batam.

Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan persoalan biaya kelebihan bagasi atau excess baggage yang harus ditanggung rombongan.

Biaya bagasi yang disebut mencapai Rp64 juta kemudian memicu perbincangan luas di media sosial.

Kabar tersebut sebelumnya ramai dibicarakan warganet melalui Threads dan berkembang menjadi perdebatan mengenai alasan Juicy Luicy tidak berangkat ke Batam.

Sejumlah netizen bahkan melontarkan candaan mengenai besarnya biaya bagasi tersebut.

Di tengah ramainya persoalan tersebut, Juicy Luicy akhirnya memberikan klarifikasi resmi lewat unggahan di Instagramnya.

Mereka menjelaskan kronologi yang terjadi sejak beberapa hari sebelum keberangkatan hingga akhirnya memutuskan tidak melanjutkan perjalanan ke Batam.

Juicy Luicy mengaku beberapa hari terakhir menjadi masa yang cukup berat bagi mereka lantaran narasi mengenai persoalan tersebut dinilai telah diputarbalikkan. 

“Beberapa hari ini menjadi hari yang cukup berat buat kami, Juicy Luicy, karena narasi dan fakta yang dengan mudahnya diputarbalikkan dan ditujukan kepada kami,” tulis Juicy Luicy, dikutip Tribunnews, Sabtu (12/9/2026). 

Mereka menegaskan keputusan yang diambil bukan tanpa alasan.

Baca juga: Juicy Luicy Gagal Tampil di Batam, Uan Kaisar Bela Diri: Dari 300 Panggung, Baru Ini Bermasalah

Juicy Luicy menyebut seluruh tindakan mereka dilakukan dengan mengikuti tata cara yang telah disepakati sejak awal dengan pihak penyelenggara.

“Semua yang kami lakukan semata-mata hanya mengikuti tata cara yang sudah disepakati bersama dari awal, namun tidak diindahkan oleh penyelenggara,” lanjut mereka.

Juicy Luicy kemudian menjelaskan proses yang mereka jalani sebelum keberangkatan.

Mereka mengaku telah berulang kali menagih pelunasan dan kepastian kepada penyelenggara sejak H-7 acara.

“Proses yang sungguh melelahkan. Setiap hari kami menagih pelunasan dan kepastian sejak H-7 acara, yang di mana seharusnya sudah diselesaikan. Kadang digantung, seringnya tidak dibalas. Hal ini jarang sekali kami temui di bertahun-tahun kerja sama kami dengan ratusan penyelenggara lain,” jelasnya.

Menurut Juicy Luicy, pelunasan biaya tampil baru dilakukan sekitar 18 jam sebelum waktu keberangkatan ke Batam.

Namun, pembayaran tersebut disebut belum disertai sejumlah kelengkapan perjalanan yang sebelumnya telah disepakati.

“Setelah kami kerja terus-menerus, akhirnya pelunasan biaya tampil dilakukan 18 jam sebelum waktu keberangkatan kami ke Batam. Itu pun tidak beserta tiket, kelengkapannya, dan bukti penginapan sesuai kesepakatan. Hampir tiap jam kami menagih penyelenggara, namun selalu mendapat jawaban yang sama, ‘sebentar’ atau semacamnya," terang Juicy Luicy. 

Situasi semakin mendesak ketika waktu keberangkatan semakin dekat, Juicy Luicy bersama tim produksi yang berada di Bandung disebut membutuhkan kepastian karena penerbangan menuju Batam dijadwalkan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.

“Jam 8 malam lewat, waktu keberangkatan makin dekat. Kami beserta tim produksi harus segera mendapat kepastian berangkat atau tidak karena posisi kami di Bandung, sedangkan penerbangan dari Soekarno-Hatta. Namun, lagi-lagi ini tidak dihiraukan oleh penyelenggara,” tutur pihak Juicy Luicy.

Setelah terus diminta memberikan kepastian, penyelenggara akhirnya mengirimkan tiket penerbangan pada pukul 22.26 WIB.

Namun, Juicy Luicy menyebut pengiriman tiket tersebut belum disertai sejumlah fasilitas yang sebelumnya tercantum dalam riders.

Beberapa di antaranya yakni bukti pemesanan penginapan, tiket penerbangan untuk perjalanan pulang, hingga fasilitas bagasi terdaftar atau pre-paid baggage.

Karena kelengkapan tersebut belum diterima, tim Juicy Luicy kemudian mengecek langsung informasi bagasi melalui situs resmi maskapai.

Hasil pengecekan menunjukkan kebutuhan pre-paid baggage untuk seluruh rombongan diperkirakan mencapai sekitar Rp44 juta.

Menurut Juicy Luicy, tingginya biaya tersebut tidak terlepas dari perubahan maskapai yang dilakukan oleh penyelenggara.

Maskapai pengganti hanya memberikan jatah bagasi gratis sebesar 15 kilogram untuk setiap penumpang, sehingga kebutuhan bagasi tambahan menjadi lebih besar.

“Kami melakukan pengecekan di web airlines bahwa harga pre-paid baggage sekitar 44 juta (perlu diketahui bahwa ekstra bagasi ini menjadi banyak karena penyelenggara memindahkan kami ke airlines yang hanya memiliki jatah 15 kg/orang sehingga ekstra bagasinya menjadi besar),” tambah mereka.

Persoalan belum berhenti di situ, tepat tengah malam, penyelenggara disebut menawarkan pembayaran awal sebesar Rp26 juta agar Juicy Luicy dan tim segera berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta.

“Tepat di tengah malam, penyelenggara kemudian menawarkan untuk melakukan pembayaran 26 juta terlebih dahulu agar kami segera berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta. Sisanya akan dilunasi ketika kami sampai di bandara. Lagi-lagi semua hanya janji semata,” papar mereka.

Sesampainya di bandara, tim Juicy Luicy berpacu dengan waktu karena batas penyerahan bagasi ditetapkan pada pukul 04.00 WIB.

Dalam kondisi yang serba mendadak, kebutuhan bagasi akhirnya harus dibeli langsung melalui konter bandara. Situasi tersebut membuat biaya yang semula diperkirakan sekitar Rp44 juta membengkak menjadi Rp64 juta.

Di tengah ketidakpastian pembayaran dan kelengkapan perjalanan, Juicy Luicy akhirnya memilih untuk membatalkan keberangkatan mereka ke Batam.

Keputusan tersebut diambil setelah manajemen mempertimbangkan sejumlah persoalan yang terjadi, termasuk janji pembayaran yang disebut belum terealisasi serta kebutuhan perjalanan yang tidak kunjung mendapatkan kepastian.

Juicy Luicy kemudian mempertanyakan alasan mereka harus kembali mempercayai janji pembayaran setelah sebelumnya beberapa kali menghadapi situasi serupa.

Atas pertimbangan tersebut, mereka menegaskan keputusan untuk tidak berangkat ke Batam bukan diambil secara tiba-tiba, melainkan sebagai konsekuensi dari rangkaian persoalan yang terjadi sebelum keberangkatan.

“Bagaimana mungkin kami percaya bahwa penyelenggara akan membayarkan angka yang sangat besar tersebut setelah kami dibohongi berkali-kali? Karena itu kami memutuskan untuk tidak pergi ke Batam di hari Sabtu itu,” ujar Juicy Luicy.

Meski demikian, Juicy Luicy tetap memahami kekecewaan para penggemar yang telah membeli tiket untuk menyaksikan penampilan mereka. Mereka pun menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar atas batalnya penampilan tersebut.

“Kami mengerti kekecewaan para penggemar yang telah membeli tiket untuk menonton kami, untuk mereka, maaf yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati kami.”

Di sisi lain, Juicy Luicy mempertanyakan apakah mereka juga harus meminta maaf atas konsekuensi yang muncul akibat persoalan dengan penyelenggara.

Mereka menilai kondisi tersebut merupakan dampak dari perbuatan dan kelalaian pihak penyelenggara.

“Namun, apakah perlu kami meminta maaf untuk konsekuensi yang dihadapi penyelenggara atas perbuatan dan kelalaiannya sendiri?,” tegas Juicy Luicy.

Menutup klarifikasinya, Juicy Luicy menyatakan memiliki bukti terkait persoalan yang terjadi. Mereka juga tidak keberatan apabila penyelenggara memilih membawa masalah tersebut ke jalur hukum.

“Kami memiliki semua bukti dan bersedia apabila penyelenggara akan membawa ini ke jalur hukum,” pungkasnya.

Baca juga: Nadin Amizah Takut Polemik Bagasi Juicy Luicy Berimbas ke Musisi Lain: Banyak Miskonsepsi

Awal Mula Permasalahan

Juicy Luicy batal tampil di XYZ Live Ground 2026 yang digelar di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, pada 5 September 2026.

Pembatalan itu dipicu persoalan kelebihan bagasi yang terjadi saat keberangkatan menuju Batam.

Band yang dikenal lewat lagu Bukan Orangnya itu sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu bintang tamu dalam acara tersebut.

Namun, mereka akhirnya tidak berangkat setelah muncul persoalan terkait biaya over baggage.

Dalam pernyataan yang sempat diunggah di media sosial, Juicy Luicy menyatakan bahwa mereka dengan berat hati membatalkan penampilan karena pihak penyelenggara disebut belum menyelesaikan kewajiban mereka.

Saat itu, beredar informasi bahwa Juicy Luicy mengalami kelebihan bagasi dan harus membayar sejumlah biaya tambahan yang nilainya kemudian disebut mencapai Rp 64 juta.

Namun, pihak band disebut menolak membayar biaya tersebut.

Alasannya, berdasarkan kesepakatan, biaya kelebihan bagasi menjadi tanggung jawab pihak pengundang.

Juicy Luicy kemudian memilih membatalkan keberangkatan.

Unggahan mereka mengenai persoalan tersebut sempat menjadi perhatian publik sebelum akhirnya dihapus. 

Pihak penyelenggara kemudian memberikan klarifikasi.

XYZ Liveground membantah adanya kewajiban utama yang belum dipenuhi. Mereka menyebut pembayaran fee hingga kebutuhan akomodasi telah diselesaikan sesuai kesepakatan.

Meski penyelenggara tidak menyebut nama Juicy Luicy secara langsung, penjelasan tersebut merujuk pada penampil yang mengalami persoalan kelebihan bagasi saat hendak berangkat ke Batam.

“Menjelang pelaksanaan XYZ, penyelenggara telah mempersiapkan kebutuhan performer berdasarkan kesepakatan yang telah dikomunikasikan, antara lain: Pembayaran fee yang telah dilakukan full, tiket penerbangan pulang-pergi, akomodasi hotel, kebutuhan perjalanan dan hospitality, kebutuhan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan acara,” tulis XYZ Liveground, dikutip Tribunnews dari Instagram Story-nya.

Menurut pihak penyelenggara, persoalan muncul ketika penampil tersebut hendak melakukan perjalanan menuju Batam.

Ada kebutuhan tambahan yang harus dibayarkan di bandara.

“Pada saat proses keberangkatan menuju Batam, muncul kebutuhan tambahan terkait kelebihan bagasi. Kondisi tersebut terjadi pada waktu keberangkatan dan membutuhkan pembayaran tambahan di bandara,” tulis pihak penyelenggara.

XYZ Liveground mengaku telah menawarkan solusi agar persoalan tersebut tidak membuat penampil batal datang.

Mereka menawarkan sistem reimbursement untuk biaya tambahan tersebut.

“Tujuan kami saat itu bukan memperdebatkan biaya, tetapi memastikan performer tetap berangkat dan acara dapat berjalan sesuai rencana,” tulisnya.

Penyelenggara juga mengaku telah mengupayakan alternatif penerbangan menggunakan Garuda Indonesia agar penampil tersebut dapat berangkat lebih awal dari jadwal konser.

Namun, opsi itu disebut tidak disetujui.

Dalam penjelasannya, XYZ Liveground juga menyebut penampil lain sempat mengalami kendala serupa.

Bedanya, mereka tetap melanjutkan perjalanan menuju Batam.

“Selain itu, terdapat performer lain yang mengalami kondisi serupa terkait kelebihan bagasi, namun tetap dapat berangkat menuju Batam,” tulis pihak penyelenggara.

(Tribunnews.com, Rinanda) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.