TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah warung kelontong Madura di Jalan Gatot Subroto I Nomor 55, Desa Tonja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, menjadi korban aksi penipuan dengan modus menunjukkan bukti transfer palsu.
Aksi pelaku yang membawa kabur dua dus bir tersebut sempat terekam dan viral di media sosial. Korban bernama Riky Imam Sunaryo (24) baru menyadari dirinya tertipu setelah pelaku meninggalkan lokasi kejadian di Toko Adil.
Menanggapi viralnya rekaman tersebut, Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Utara langsung bergerak mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, memastikan bahwa pihak kepolisian telah memproses laporan korban dalam peristiwa yang terjadi pada 30 Agustus 2026 itu
Baca juga: Waspada Upaya Penipuan! Pastikan Penumpang Lion Air Group Hanya Berkomunikasi Melalui Saluran Resmi
“Anggota Reskrim Polsek Denpasar Utara sudah turun langsung mengecek TKP setelah video kejadian tersebut viral di media sosial,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, pada Sabtu 12 September 2026.
Peristiwa bermula saat seorang pria yang tidak dikenal mendatangi warung milik korban untuk membeli dua dus bir merek Draft.
Saat proses pembayaran tiba, terduga pelaku berpura-pura telah mengirimkan uang sejumlah Rp650.000 melalui layanan transfer bank.
Pelaku kemudian menyodorkan layar ponselnya yang menampilkan bukti transfer digital atau kitir pembayaran palsu kepada korban.
Karena percaya dengan tampilan bukti transaksi tersebut, korban langsung menyerahkan barang belanjaan kepada pelaku.
“Modus pelaku yakni berpura-pura belanja, kemudian menunjukkan bukti transfer fiktif di ponselnya agar korban percaya,” jelas Iptu Gede Adi.
Kecurigaan korban baru muncul sesaat setelah pelaku bergegas pergi meninggalkan warung.
Korban lantas memeriksa mutasi pada rekening bank miliknya, namun tidak menemukan adanya dana yang masuk.
Sadar telah diperdaya bukti transfer bodong, korban langsung mendatangi Polsek Denpasar Utara guna membuat laporan resmi.
Saat ini aparat kepolisian tengah memburu pelaku penipuan tersebut.
Polisi juga mengumpulkan sejumlah petunjuk dari rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
“Identitas terlapor masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh tim opsnal,” tegas Iptu Gede Adi.
Iptu Adi juga mengimbau para pedagang dan pelaku usaha kecil agar selalu waspada terhadap transaksi non tunai.
Ia meminta pemilik toko memastikan dana benar-benar telah masuk ke rekening sebelum menyerahkan barang dagangan kepada pembeli. (*)