Pengakuan Mantan Cawalkot Sibolga Diserang OTK di Medan, Rumah Dilempar Batu, Kaca Mobil Pecah
Ilham Fazrir Harahap September 12, 2026 11:09 AM

 

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan calon wali kota Sibolga pada Pilkada 2024, Fadhil Thoib Hutagalung (32), mendapat teror dari orang tak dikenal (OTK) di rumahnya Jalan Merpati, Kota Medan.

Penyerangan itu terjadi pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 03.25 WIB. Saat kejadian, Fadhil sedang bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta di Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, rumah tersebut dihuni istri, dua anak, mertua, dan kerabatnya. 

Fadhil mengetahui adanya penyerangan setelah melihat rekaman kamera CCTV di rumahnya.

Baca juga: Wapres Gibran Jenguk Siswa Karo Keracunan MBG, Pastikan Biaya Berobat Ditanggung

Dalam rekaman tersebut, terlihat empat orang yang diduga sebagai pelaku datang menggunakan dua sepeda motor. Salah seorang kemudian turun dan melempar batu ke arah rumah. 

"Ada 4 orang terduga pelakunya. Mereka bawa dua sepeda motor. Salah satu dari mereka turun dan melempar batu," kata Fadhil dilansir Kompas.com.

"Kena lah kaca mobil yang parkir di teras rumah," sambungnya.

Keluarga Fadhil baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 07.00 WIB. Khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan, istrinya kemudian melapor ke Polsek Sunggal.

Laporan tersebut selanjutnya dibuat ke Polrestabes Medan.

TEROR - Aksi teror kembali dialami calon Wali Kota Sibolga, Muhammad Fadhil Thoib Hutagalung. Rumahnya menjadi sasaran orang tak dikenal (OTK), Jumat (11/9/2026) dini hari sekitar pukul 04.31 WIB.
TEROR - Aksi teror kembali dialami calon Wali Kota Sibolga, Muhammad Fadhil Thoib Hutagalung. Rumahnya menjadi sasaran orang tak dikenal (OTK), Jumat (11/9/2026) dini hari sekitar pukul 04.31 WIB. (Tribun Medan)

Baru 4 Bulan Tinggal di Rumah

Fadhil mengatakan, rumah tersebut baru ditempati keluarganya sekitar empat bulan.

Baca juga: Polres Karo Segera Gelar Perkara Kasus Keracunan MBG, Temukan Dugaan Pidana SPPG Milik Kodim 0205?

Namun, penyerangan serupa ternyata sudah pernah terjadi sebelumnya. Pada 30 Juli 2026, rumah itu juga dilempari batu oleh dua orang yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor.

"Ada dua orang pakai satu motor melempar batu tapi gak kena mobil. Itu subuh juga. Pagi kami baru tahu karena ada batu berserakan di teras," ucapnya. 

Fadhil mengatakan, kejadian tersebut membuat keluarganya semakin khawatir, terlebih penyerangan kembali terjadi pada Jumat dini hari. 

Pernah Diserang di Rumah Lama 

Fadhil mengungkapkan, dirinya juga pernah mengalami penyerangan ketika rumahnya masih berada di kawasan Helvetia, Medan, pada akhir Oktober 2023. 

Saat itu, dua orang diduga menyerang rumahnya dengan menyiramkan bensin ke bagian depan mobil sebelum membakarnya. 

Baca juga: Cuaca Sumut Hari Ini 12 September 2026, Masih Ada Potensi Hujan Merata

"Waktu itu ada 2 orang menyiram bensin ke mobil bagian depan. Terus dibakar. Hampir lah kebakaran rumah," tuturnya. 

Meski mengalami beberapa kejadian serupa, Fadhil mengaku tidak mengenal orang-orang yang terekam CCTV menyerang rumahnya kali ini.

Ia juga mengaku tidak memiliki masalah dengan individu maupun kelompok tertentu belakangan ini. 

"Makanya saya bingung kenapa rumah diserang. Apa kepentingan mereka," ucapnya. 

Terjadi di Tengah Memanasnya Politik Tapteng

Fadhil menduga aksi teror yang dialaminya ada hubungannya dengan situasi memanasnya dinamika politik di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sejumlah fraksi DPRD Tapteng, termasuk Gerindra, sebelumnya menyuarakan wacana pemakzulan terhadap Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu.

Fadhil sendiri mengaku tidak terlibat dalam dinamika politik Tapteng tersebut.

"Saya tidak ada ikut campur dalam politik di Tapteng. Ketua DPD Gerindra Ade Jona sudah menyatakan sikap, ya terserah ketua apa yang dilakukan. Saya tidak ada keterlibatan dalam politik Tapteng tapi diingat juga saya itu masih kader Partai Gerindra." tegasnya.

Namun, Fadhil mengakui dirinya memiliki hubungan kerja dengan Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara, Ade Jona Prasetyo.

Atas dasar itu, ia memiliki dugaan pribadi bahwa aksi yang dialaminya mungkin berkaitan dengan posisinya dan hubungan tersebut.

"Kalau dugaan asumsi saya, pasti orang yang sama juga, karena saya masih bekerja sama dengan Ade Jona. Tapi itu dugaan saya," ungkapnya.

Fadhil menegaskan, dugaan tersebut bukan kesimpulan mengenai pelaku. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengungkap siapa yang berada di balik aksi tersebut.

"Di Medan ini saya tidak punya musuh. Saya orang baru di sini dan tidak banyak orang yang tahu rumah saya. Biarlah proses hukum yang berjalan," katanya.

Laporan Sudah Ditangani Polrestabes Medan

Fadhil mengatakan, kejadian terbaru tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian. Penanganannya kini disebut telah ditarik dari Polsek ke Polrestabes Medan.

Ia berharap polisi serius mengusut kasus tersebut, termasuk memeriksa rekaman CCTV yang merekam aksi OTK.

"Saya berharap pihak Polrestabes Medan bisa mengungkap kejadian pelemparan mobil saya di rumah. Saya tidak memviralkan karena saya percaya kepada pihak kepolisian dan menunggu hasil pemeriksaan terkait pelaku," ujarnya.

Menurut Fadhil, pengungkapan kasus tersebut penting agar aksi serupa tidak kembali terjadi. 

"Jangan sampai ada terjadi lagi dan kasus ini bisa terungkap seterang-terangnya," katanya.

Ia menyebut, setidaknya sudah dua kali dirinya mengalami aksi yang menurutnya memiliki pola kekerasan, yakni saat dirinya menjadi kandidat dalam Pilkada Sibolga dan kejadian terbaru di Medan.

"Saya berharap kasus ini benar-benar diungkap. Siapa pelakunya dan apa motifnya, biar polisi yang membuktikan," pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Wanter Simanungkalit membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari keluarga Fadhil.

"Laporannya masih diselidiki," ujar Wanter kepada Kompas.com melalui saluran telepon.

(tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.