BANJARMASINPOST.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto secara mendadak mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara ditunjuk menggantikan posisi Purbaya yang menjabat sejak 8 September tahun lalu.
Reshuffle ini dilakukan Senin (14/9/2026), sekitar satu tahun sejak Purbaya dilantik menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Presiden Prabowo kemudian melantik Suahasil di Istana Negara dengan dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Suahasil sebelumnya adalah Wakil Menteri Keuangan yang menjabat sejak 25 Oktober 2019. Ia adalah Menteri Keuangan ketiga di kabinet Presiden Prabowo Subianto setelah Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menariknya, Purbaya Yudhi Sadewa masih menjalankan tugasnya pada Senin pagi, beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencopotannya dari jabatan Menteri Keuangan.
Purbaya sebelumnya memimpin rapat gabungan bersama DPD RI di DPR RI. Rapat tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Saat rapat, Purbaya mengenakan batik biru dengan motif bunga dan ornamen putih.
Baca juga: Korban Selamat dari Karamnya KM KM Virgo Transport 8 Ungkap Banyak Penumpang Terjebak di Kamar
Momen menarik terjadi ketika Purbaya menerima telepon dari seseorang yang disebutnya sebagai "Bapak". "Halo Pak. Iya, siap-siap. Saya masih di DPD, Pak," kata Purbaya saat menerima telepon tersebut pada Senin.
Usai menerima telepon, Purbaya terlihat beberapa kali membungkukkan badan. Tidak lama kemudian, ia meninggalkan Gedung DPD.
Dan beberapa waktu kemudian, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencopotan Purbaya dari posisi Menteri Keuangan di Istana Negara. Posisi Menteri Keuangan selanjutnya digantikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Saat ditemui usai pelantikan Suahasil Nazara mengungkap arahan khusus Presiden setelah dirinya dipercaya menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle kabinet. Suahasil mengatakan Presiden memberikan tugas khusus kepadanya untuk menjaga keuangan negara, termasuk memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat dan kredibel.
"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya, menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," kata Suahasil.
Menurut Suahasil, APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus mampu mendukung pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.
"Jadi, APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah," ujarnya.
Karena itu, dia menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN agar anggaran negara tetap dapat dipercaya.
"Karena itu, APBN itu harus sehat. Selain harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya," kata Suahasil. (Kompas.com/tribunnews.com)