TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Aksi bersih-bersih di tepian Sungai Musi Palembang, Sumatera Selatan, digelar Sabtu (12/9/2026) pagi.
Selain Pemerintah Kota Palembang, relawan dan masyarakat sekitar, bule asal Jerman Benedict Wermter atau Bule Sampah turut turun ke tepian Sungai Musi.
Aktivis lingkungan ini mengapresiasi gerakan kebersihan Sungai Musi dan mendorong aksi nyata serta kampanye yang lebih luas agar kesadaran menjaga sungai terus tumbuh di masyarakat, sehingga tak ada lagi yang membuang sampah ke sungai.
Benedict berharap gerakan tersebut dapat semakin dikenal masyarakat luas sehingga pesan untuk menjaga kebersihan sungai tidak hanya berhenti di lokasi kegiatan.
"Menurut saya kita harus membuat aksi. Bukan cuma membuat aksi, tetapi juga membuat video, membuatnya viral dan membangun kesadaran,” katanya.
Baca juga: Taksi Listrik Diminta Setop Operasional di Palembang, ADO Sumsel Ungkap Perjanjian Uji KIR
Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, M.Si. memimpin aksi bersih-bersih sampah di kawasan 7 Ulu, sekitar Jembatan Ampera bersama ratusan relawan lainnya berhasil mengumpulkan banyak sampah.
"Bersih sungai ini bentuk nyata kepedulian bersama terhadap Sungai Musi yang merupakan ikon, bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Palembang, agar dijaga bersama tetap bersih dan lestari," kata Ratu Dewa.
Menurutnya, masalah sampah di Kota Palembang masih menjadi tantangan besar.
Karena produksi sampah mencapai 1.260 ton per hari atau lebih dari 460 ribu ton per tahun.
Pemkot Palembang terus memperkuat pengelolaan sampah, salah satunya melalui program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Keramasan yang memiliki kapasitas hingga 1.000 ton sampah per hari.
Ratu Dewa menegaskan keberadaan PSEL bukan berarti masyarakat bebas menghasilkan sampah.
Ia mengajak warga menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai, mengurangi penggunaan plastik dan memilah sampah sejak dari rumah.