Renungan Harian Katolik Selasa 15 September 2026, Mengubah Maut Menjadi Hidup
Gordy Donovan September 15, 2026 08:47 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Selasa 15 September 2026.

Tema renungan harian katolik "mengubah maut menjadi hidup".

Renungan harian katolik disiapkan untuk, perayaan wajib SP Maria Berdukacita.

Perayaan wajib SP Maria Berdukacita dengan warna liturgi putih.

Bacaan hari Selasa: Ibr. 5:7-9; Mzm. 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16,20; Yoh. 19:25-27 atau Luk. 2:33-35 dan BcO Est 4:1-16.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 15 September 2026, Penderitaan dan Ketaatan

Bacaan Pertama: Ibr. 5:7-9; 

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

Mazmur Tanggapan: Mzm. 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16,20; 

Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!

Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.

Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.

Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku.

 Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN.

Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!

Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.

Bait Pengantar Injil:

P: Alleluia
U: Alleluia

Bacaan Injil Katolik: Yoh. 19:25-27 atau Luk. 2:33-35 

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

" mengubah maut menjadi hidup"

Situasi penderitaan sering kali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Entah kita beriman atau tidak, kita akan mengalami situasi hidup demikian. Orang beriman tidak akan membiarkan kerohaniannya terganggu karena mengalami penderitaan dalam hidupnya. Ia dapat bersukacita dan tersenyum saat hidupnya nyaman atau bahagia. Ia juga dapat meratap dan menangis saat hidupnya mengalami kesusahan dan penderitaan. Namun, semua situasi itu ia jalani dalam iman. Dalam kebahagiaannya ia bersyukur, dan dalam ratapannya ia berdoa. Dinamika hidup seperti ini telah dilakukan oleh Yesus pada saat Ia hidup bersama para murid-Nya. Yesus telah mengajarkan kepada para murid tentang sebuah ketaatan yang paripurna, sekalipun mengalami situasi hidup yang berat.

Puncak dari semua pengorbanan Yesus adalah penyaliban di Bukit Golgota. Maria adalah berdukacita dan menderita pada waktu itu. Dapat kita bayangkan betapa hancur hati seorang ibu yang menyaksikan Anak Tunggalnya, yang dikandung dan dibesarkannya mengalami penderitaan yang begitu hebat. Namun, dalam situasi ini, Yesus memperlihatkan kepada kita semua kasih yang tak terperikan. Yesus melupakan penderitaan-Nya dan memerhatikan penderitaan ibu-Nya dari atas kayu salib. Dari atas kayu salib, Yesus menunjukkan kasih Allah yang tidak terbatas kepada kita.

Dukacita dan penderitaan Maria mengingatkan kita untuk memandang Dia yang menderita di salib dan berserah diri kepada-Nya yang telah mengalahkan penderitaan dengan kemenangan yang mulia. Bersama Dia yang telah mengubah maut menjadi hidup, kita dapat menerima situasi sesulit apa pun dalam iman.

Mampukah kita meneladan ketaatan Yesus, dan berserah diri seperti Bunda Maria, ketika mengalami penderitaan dan kesulitan dalam hidup?

Ya Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk melihat penderitaan yang kami alami sebagai jalan menuju kemuliaan yang Engkau janjikan. Amin.

 (sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/the katolik.com/www.renunganpkarmcse.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.