TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga di kawasan Sungai Tallo, Lorong Salekoa, Kelurahan Bolua, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, digegerkan penemuan mayat bayi, Jumat (11/9/2026) malam.
Mayat bayi itu, dilihat salah satu warga mengapung di aliran sungai yang sekelilingnya terdapat tumpukan sampah.
Sebelum melihat keberadaan bayi itu, warga setempat mengaku mencium aroma kurang sedap.
Ia pun menyenter ke sekitar rumah tepat di samping aliran sungai dan mendapati keberadaan bayi mungil tersebut.
Personel Polsek Tallo yang dipimpin Kapolsek AKP Asfada, pun mendatangi lokasi.
Disusul Tim INAFIS Polrestabes Makassar dan Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.
Setibanya di lokasi, mayat bayi berjenis kelamin laki-laki itu diangkat ke daratan lalu dilanjutkan olah TKP sementara.
Setelah itu, mayat bayi dibawa ambulans Dokpol Biddokkes Polda Sulsel ke RS Bhayangkara.
AKP Asfada mengatakan, dirinya dan personel Polsek Tallo lainnya mendatangi lokasi begitu menerima informasi dari Lurah Bolua, Nas Alamsyah.
"Setelah mendapatkan informasi tersebut, kemudian kami bergerak bersama anggota mendatangi tkp untuk memastikan informasi yang diberikan oleh pak lurah," kata Asfada, Sabtu (12/9/2026) dini hari.
Jarak Polsek Tallo, di Jl Gatot Subroto ke lokasi temuan bayi itu sekitar 2,8 kilometer atau waktu tempuh berkendara 7 menit.
"Setelah memastikan bahwasanya jenazah tersebut adalah seorang bayi, kemudian kami berkoordinasi dengan pihak Inafis dan Biddokkes Polda Sulawesi Selatan," ujarnya.
Penyebab pasti meninggalnya bayi itu kata Asfada masih dalam penyelidikan.
"Jenazah bayi yang ditemukan di bawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Biddokkes Polda Sulawesi Selatan," jelasnya.
Jarak lokasi temuan mayat bayi itu ke RS Bhayangkara, sekitar 10,5 Kilometer atau waktu tempuh 29 menit berkendara.
RS Bhayangkara Makassar, berlokasi di Jl Letjen Andi Mappaodang, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Hal senada diungkapkan Katim Forensik Dokpol Polda Sulsel, Ipda Sultan.
Pihaknya mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab pasti meninggalnya sang bayi karena masih menunggu hasil visum.
Hanya saja, dari amatan kasat mata di lokasi, Sultan menduga mayat bayi laki-laki tersebut sudah beberapa hari terbawa arus.
"Karena sudah mengeluarkan bau yang menyengat," ujar Ipda Sultan.
Kemudian, lanjut dia, dari hasil pemeriksaan sementara Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel perkiraan umur bayi 7-8 bulan.
"Jenis kelamin bayi laki-laki, kondisi dalam keadaan pembusukan lanjut," bebernyat.(*)