BANGKAPOS.COM--Singapura menjadi negara dengan ekonomi paling kompetitif di dunia pada 2026 berdasarkan IMD World Competitiveness Ranking 2026.
Laporan yang dirilis International Institute for Management Development (IMD) tersebut membandingkan 70 negara dan ekonomi berdasarkan kemampuan mereka menciptakan kondisi yang memungkinkan dunia usaha bersaing dan menghasilkan nilai dalam jangka panjang.
Menariknya, ada nama Indonesia di peringkat ke-48.
Posisi ini menempatkan Indonesia di bawah Filipina, tetapi masih berada di atas sejumlah negara besar seperti Afrika Selatan, Turki, Argentina, Meksiko, dan Brasil.
Singapura Jadi Ekonomi Paling Kompetitif Dunia 2026, Indonesia Peringkat 48
Singapura kembali menunjukkan kekuatan ekonominya di panggung global.
Negara kota tersebut menempati peringkat pertama ekonomi paling kompetitif di dunia pada 2026 berdasarkan IMD World Competitiveness Ranking 2026.
Pemeringkatan yang dirilis International Institute for Management Development (IMD) itu mencakup 70 negara dan ekonomi.
Penilaian tidak semata-mata melihat besarnya perekonomian, tetapi bagaimana suatu negara mampu menciptakan lingkungan yang mendukung dunia usaha untuk bersaing, berinvestasi, berinovasi, dan menghasilkan nilai dalam jangka panjang.
Singapura menjadi yang teratas dengan skor normalisasi 100 poin.
Posisi kedua ditempati Hong Kong dengan skor 95,6, disusul Swiss dengan 95,3. Taiwan, Denmark, Irlandia, dan Uni Emirat Arab (UEA) juga masuk jajaran teratas.
Berikut daftar 15 ekonomi dengan daya saing tertinggi dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026:
Menariknya, Malaysia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara selain Singapura yang masuk 15 besar.
Sementara Indonesia masih berada cukup jauh di bawah posisi tersebut.
Indonesia menempati peringkat ke-48 dari 70 negara dan ekonomi dengan skor 57,6.
Posisi tersebut hanya terpaut satu tingkat dari Filipina yang berada di peringkat ke-47 dengan skor 59,1.
Meski belum mampu menembus jajaran negara dengan daya saing tertinggi, posisi Indonesia masih berada di atas sejumlah negara dengan perekonomian besar.
Indonesia tercatat mengungguli Afrika Selatan yang berada di peringkat ke-54 dengan skor 50,2. Indonesia juga berada di atas Turki di posisi ke-57 dengan 47,2 dan Argentina di peringkat ke-58 dengan 46,9.
Jaraknya bahkan cukup lebar dengan Meksiko yang berada di peringkat ke-62 dengan skor 42,8 serta Brasil di posisi ke-65 dengan skor 40,1.
Mengutip Visual Capitalist, peningkatan efisiensi bisnis menjadi salah satu faktor penting yang membantu Singapura kembali merebut posisi puncak.
Pada 2026, Singapura menempati peringkat pertama dalam faktor efisiensi bisnis.
Negara tersebut juga menjadi satu-satunya ekonomi yang berhasil masuk lima besar pada seluruh empat faktor utama yang digunakan IMD.
Keempat faktor tersebut meliputi kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur.
Kombinasi infrastruktur yang maju, lingkungan bisnis yang mendukung, tenaga kerja terampil, serta institusi yang relatif dapat diprediksi menjadi sejumlah kekuatan yang menopang daya saing Singapura.
Dalam menyusun peringkat, IMD menggunakan 341 kriteria yang kemudian dikelompokkan ke dalam 20 subfaktor dan empat pilar utama.
Empat pilar itu adalah kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur.
Penilaian IMD menggabungkan data statistik atau hard data yang menyumbang sekitar dua pertiga skor akhir dengan survei opini para eksekutif yang menyumbang sepertiga lainnya.
Artinya, ukuran daya saing dalam pemeringkatan ini tidak hanya berkaitan dengan seberapa besar ekonomi sebuah negara, tetapi juga seberapa efektif pemerintah menciptakan kondisi yang memungkinkan perusahaan berkembang dalam jangka panjang.
Bagi Indonesia, posisi ke-48 menunjukkan masih adanya ruang untuk memperkuat berbagai aspek daya saing, terutama jika ingin mengejar negara-negara Asia yang berada jauh di atasnya.
Sementara itu, Singapura menunjukkan bahwa ukuran wilayah maupun jumlah penduduk bukan satu-satunya penentu.
Kemampuan membangun ekosistem bisnis, pemerintahan yang efisien, infrastruktur, dan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan ekonomi global.(*)