Oktavianus Beri Peringatan Keras, Pemain Sriwijaya FC Terancam Tersingkir: Tak Jalankan Instruksi
Abdul Hafiz Sripo September 12, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pelatih kepala Sriwijaya FC Oktavianus mengungkapkan sejumlah catatan penting terhadap pemain trial setelah Elang Andalas menundukkan Basyarah FC dengan skor 2-1 dalam laga uji coba di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Jumat (11/9/2026) sore.

Menurut Oktavianus, pertandingan tersebut menjadi salah satu penilaian akhir untuk menentukan pemain yang akan dipertahankan dalam proses pembentukan skuad Sriwijaya FC menuju Liga Nusantara 2026/27.

"Catatan penting dalam laga uji coba ini, ada individu yang menurut saya sama sekali tidak menjalankan instruksi. Dalam artian, mereka tidak bekerja dengan baik sesuai posisinya," tegas Oktavianus.

Ia menilai pemain yang berstatus profesional seharusnya sudah memahami tugas dasar sesuai posisi masing-masing, termasuk ketika tim menguasai maupun kehilangan bola.

"Seharusnya pemain itu paham apa yang harus dilakukan. Contohnya sebagai bek kanan, saat menang bola dia harus melakukan apa. Saat saya kehilangan bola, saya harus ngapain. Lalu, itu ada beberapa individu yang tidak menjalankan sama sekali. Itu menjadi catatan penting buat saya untuk bisa lanjut ke fase berikutnya," kata pelatih kelahiran Padang, 10 Oktober 1981 tersebut.

Oktavianus mengakui para pemain memang belum mendapatkan latihan taktikal secara khusus. Namun, menurutnya, pemain yang sudah berada di level profesional semestinya memiliki pemahaman dasar mengenai karakteristik posisi yang dimainkan.

"Dalam sepak bola ini kalau belum latihan taktikal, kalau sudah bicara profesional, pemain individu ini sudah paham, punya kualitaslah. Saya bermain di posisi bek kanan, kemampuan saya apa, apa yang menjadi strong point saya dan apa yang menjadi kelemahan saya," ujarnya.

Ia kemudian mencontohkan pemain yang hanya bermain aman tanpa melakukan transisi dengan baik ketika situasi pertandingan berubah.

"Ada pemain yang seperti pemain all-star, dia main bola yang aman saja. Tapi dia tidak melakukan transisi yang baik," lanjutnya.

Oktavianus menegaskan laga kontra Basyarah FC menjadi bagian dari finalisasi pemain trial. Dari proses tersebut, maksimal 15 pemain trial akan dipertahankan untuk bergabung ke tahap berikutnya.

"Persiapan saya rasa kita harus lebih fokus lagi dan kita akan mendatangkan pemain-pemain yang kita butuhkan nanti. Pemain yang trial akan lolos nanti maksimal 15 pemain dan kita butuh 10 pemain lagi yang sudah siap pakai," terangnya.

Sriwijaya FC, lanjut Oktavianus, masih membutuhkan tambahan pemain di sejumlah posisi, terutama nomor 2, 5, 10, serta Striker atau nomor 9.

"Yang kita butuhkan memang posisi 2, 5, 10, juga di nomor 9. Posisi Striker kita tidak punya regulasi dan yang senior juga tidak punya," jelasnya.

Basyarah FC Beri Tekanan

Kemenangan 2-1 atas Basyarah FC menjadi bagian dari persiapan Sriwijaya FC menghadapi Liga Nusantara 2026/27.

Meski meraih kemenangan, permainan Elang Andalas kali ini tidak terlalu dominan seperti pada sejumlah laga uji coba sebelumnya.

Basyarah FC mampu memberikan perlawanan sengit dengan mengandalkan sejumlah mantan pemain liga, seperti Jalesh Gagarin, eks Sumsel United, Rizky Armando, eks Sriwijaya FC dan PS Palembang, Musel Rinus, eks Dejan FC, serta Roby, eks Sriwijaya FC.

Tekanan yang diberikan Basyarah FC bahkan membuat pertandingan berlangsung cukup keras. Penyerang Sriwijaya FC Abdi Nugroho sempat mendapat perawatan setelah mengalami benturan keras hingga harus digotong menggunakan tandu ke pinggir lapangan.

Tensi pertandingan juga sempat meningkat setelah tendangan keras Rizky Armando mengenai pemain Sriwijaya FC, Rendy Tiyeri, asal Bandung. Beruntung, situasi tersebut tidak berlangsung lama dan dapat segera diredam.

Winger Sriwijaya FC, Habib Ausoni, juga mengalami cedera setelah terlibat benturan dengan Musel Rinus.

Dalam pertandingan tersebut, Habib Ausoni berhasil membuka keunggulan Sriwijaya FC pada babak pertama. Gol kedua Elang Andalas kemudian dicetak Striker Rayhan.

Basyarah FC sempat memperkecil ketertinggalan melalui Dedi yang memanfaatkan umpan dari Jalesh Gagarin. Skor 2-1 untuk kemenangan Sriwijaya FC bertahan hingga pertandingan berakhir.

Laga tersebut turut disaksikan Ketua Umum Singa Mania, Kris Iman Cahyadi alias Akyes, bersama sejumlah personel dan suporter Sriwijaya FC.

Di sepanjang pertandingan, wing back Aditya Lukhita Nanda dan sejumlah pemain Sriwijaya FC lainnya beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk mengantisipasi serangan Basyarah FC.

Penampilan tersebut turut membantu kiper Stefanus menjaga gawang Sriwijaya FC dari kebobolan lebih banyak.

Oktavianus bersama Pelatih Kiper Ferry Rotinsulu, Asisten Pelatih M Ali Ramadon, Asisten Pelatih sekaligus Analis Sriwijaya FC A. Rachim Gema M.Pada atau Coach Argema, serta Asisten Pelatih Kiper Ikhsan Alkarima terus memantau perkembangan individu para pemain.

Laga ini menjadi bagian dari proses seleksi untuk menentukan maksimal 15 pemain yang akan lolos ke tahap berikutnya.

Selain menguji kemampuan pemain, pertandingan kontra Basyarah FC juga menjadi kesempatan bagi skuad Sriwijaya FC untuk beradaptasi dengan kondisi Stadion Bumi Sriwijaya yang berpotensi menjadi salah satu venue kandang Elang Andalas pada kompetisi Liga Nusantara 2026/27.

• Jalesh Putra Tunggu Pinangan Sriwijaya FC, Eks Sumsel United: Tinggal Tunggu Panggilan

Oktavianus mengakui kualitas Basyarah FC berada di atas sejumlah lawan yang sebelumnya dihadapi Sriwijaya FC.

"Tadi lawan saya lihat kualitasnya di atas tim-tim sebelumnya kita uji coba. Terlihat sekali pemain-pemain kita menghadapi tekanan selama kita bermain 2 x 30 menit, plus 40 menit. Terlihat di sini kita tidak terlalu dominan. Bahkan kita beberapa kali juga dalam tekanan," katanya.

Meski mendapat tekanan, Oktavianus bersyukur para pemain Elang Andalas masih mampu mengontrol permainan dan mengamankan hasil positif.

Terkait sejumlah peluang yang gagal dikonversi menjadi gol, ia menilai hal tersebut masih bisa dimaklumi karena timnya belum memasuki tahap latihan taktikal dan finishing.

"Baliknya lagi kita tidak pernah melakukan latihan taktikal, belum sampai ke situ. Selama

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.