Puluhan mahasiswa dan diaspora Indonesia di India menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di New Delhi, Jumat (11/9/2026) malam. Ketua PPI India, Hilyatuz Zahroh, sempat menyapa Prabowo.
"Pak Prabowo sempat nanya ke aku, 'Kamu kuliah di sini?' Masing-masing mahasiswa salaman ada yang ditanya oleh beliau ada yang enggak. Kebetulan Pak Prabowo pas kan ngelihat aku, terus bilang, 'Ini kuliah di sini?' Saya jawab iya. 'S1, S2, atau S3?', kata beliau. Saya jawab S3," kata Hilya kepada detikEdu.
Hilya mengatakan bahwa Presiden Prabowo sudah mengetahui ada kampus Indian Institute of Technology (IIT), meski baru tahu jika ada IIT di Delhi.
"Terus presiden bilang, 'Di jurusan (kampus) mana?' Saya jawab di IIT Delhi. 'Oh, IIT ada di Delhi'," ungkapnya.
"Jadi berarti Pak Prabowo tuh sudah tahu tentang IIT gitu," imbuh mahasiswa yang tengah menempuh S3 di Biochemical Engineering and Biotech.
Kepada Hilya, Prabowo mengapresiasi dan memberikan semangat untuk menyelesaikan studinya.
"Presiden bilang, 'Oke, selamat ya. Selamat belajar dengan baik dan semoga sukses'," tutur lulusan S2 Universitas Indonesia tersebut.
Hadiri BRICS 2026
Kedatangan Prabowo ke India adalah dalam rangka agenda KTT BRICS 2026 yang berlangsung 12-13 September 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi. Sebelum Prabowo, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian lebih dulu tiba di New Delhi.
Pada pertemuan BRICS 2026, dijadwalkan akan dihadiri pemimpin dari berbagai negara yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirates Arab, Arab Saudi, dan Indonesia. Serta negara mitra yakni Malaysia, Belarusia, Kazakhstan, Kuba, Tailan, Bolivia, Uganda, Uzbekistan, Vietnam, dan Nigeria.
Salah satu pilar utama yang akan dibahas yaitu inovasi & riset, kecerdasan buatan (AI), fintech, hingga kerja sama pengembangan sumber daya manusia, termasuk pendidikan.
Kehadiran para mahasiswa dan diaspora Indonesia di India turut menunjukkan antusiasme dalam mendukung agenda Indonesia di KTT BRICS 2026.





