PROHABA.CO, ACEH BESAR - Penurunan debit air baku di kawasan Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar, kembali memicu persoalan layanan air bersih.
Kondisi yang kian parah dalam beberapa pekan terakhir akibat musim kemarau ini membuat distribusi air bersih kepada pelanggan Perumdam Tirta Mountala Cabang Darul Imarah terganggu.
Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar, T Abulis Samarkhan, mengungkapkan bahwa sebagian sistem pengolahan air di wilayah tersebut masih sangat bergantung pada sumber air tanah dan mata air pegunungan sekitar Mata Ie.
Penurunan debit ini tidak hanya terjadi tahun ini, melainkan tren negatif yang terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir.
Akibat menyusutnya volume air baku tersebut, diperkirakan sebanyak 13.000 pelanggan yang tersebar di tiga kecamatan berpotensi besar terdampak gangguan suplai air bersih.
Menghadapi situasi darurat ini, pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat yang mengalami kendala distribusi dan meminta kesabaran pelanggan.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Perumdam Tirta Mountala menyiagakan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih secara langsung ke titik-titik vital maupun berdasarkan permintaan resmi dari pelanggan terdampak.
Baca juga: Debit Air Kolam Mata Ie Turun,13 Ribu Pelanggan PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Terdampak
Baca juga: Dr. Asri Jadi Pendaftar Terakhir, Enam Bakal Calon Ramaikan Bursa Pilrek Unimal 2026–2030
Sementara itu, solusi jangka panjang tengah digodok melalui koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Manajemen telah berkoordinasi dengan perwakilan DPR RI asal Aceh, Badan Penanggulangan Bencana, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, hingga Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Langkah strategis ini diarahkan untuk mendorong pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) baru berkapasitas sekitar 100 liter per detik dengan memanfaatkan aliran Sungai (Krueng) Aceh yang dinilai jauh lebih stabil.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mountala, Yusmadi, menambahkan bahwa percepatan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Leupung, Aceh Besar, terus diupayakan dan mendapat dukungan semua pihak.
“Kami sangat berharap SPAM Regional Leupung dapat segera direalisasikan.
Kehadiran proyek strategis ini amat diharapkan segera terwujud demi menuntaskan persoalan krisis air bersih secara permanen, khususnya bagi warga di wilayah layanan Cabang Darul Imarah dan sekitarnya,” pungkas Yusmadi.
(Serambinews.com/Indra Wijaya)
Baca juga: Debit Air Baku Mata Ie Turun Drastis, PDAM Tirta Mountala Sesuaikan Distribusi
Baca juga: Prof Mujiburrahman Lantik Sembilan Dekan dan Tiga Wakil Rektor UIN Ar-Raniry Periode 2026–2030