Laporan Wartawan TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Imam Nawawi
TRIBUNJATIMTIMUR.COM,LUMAJANG- Aktifitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menunjukan peningkatan, Senin (14/9/2026).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Semeru mengalami 31 kali letusan dalam enam jam, hal tersebut berlangsung mulai pukul 06.00 hingga pukul 12.00 waktu setempat.
Selama erupsi itu berlangsung, Gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengeluarkan asap berwarna putih dan kelabu setinggi 200 meter hingga 1 kilometer yang condong ke arah timur.
Letusan Gunung Semeru dengan amplitudo 10-25 milimeter berdurasi 60-177 detik ini juga disertai guguran dengan jarak luncur 300-500 meter mengarah ke tenggara.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi 3 Kali, Warga Diminta Hindari Besuk Kobokan yang Berpotensi ada Guguran Lahar
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengungkapkan, aktifitas Gunung Semeru masih level III atau siaga.
"Mengingat aktifitas (Gunung Semeru) yang dicatat oleh teman teman di Pos Oro oro ombo memang ada peningkatan," ujarnya.
BPBD Lumajang bersama Pos Curah Kobokan dan Pos Oro oro Ombo terus bersiaga 24 jam secara bergiliran. Kata dia, dikhawatirkan terjadi erupsi disertai awan panas guguran (APG) sewaktu waktu.
"Paling tidak kami bisa mendapatkan informasi secara visual. Serta segera melakukan tindakan evakuasi kepada warga di sekitar kawasan," ulas Isnugroho.
Isnugroho mengungkapkan aktifitas Gunung Semeru bersifat fluktuatif, apalagi adanya suara dentuman yang terjadi akhir akhir ini saat mendekati akhir tahun 2026.
"Kami khawatir terjadi hujan di puncak dengan durasi lama, otomatis akan membawa endapan material vulkanik yang ada di atas menuju daerah aliran sungai. Artinya kemingkinan itu ada," tuturnya.
Kalau guguran material vulkanik itu mengarah ke wilayah Dusun Sumbersari Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo. Kata Isnugroho, dampaknya akan nihil sebab sudah dilakukan normalisasi sabuk dam sedalam 40 meter untuk menampung aliran lahar.
"Sehingga aliran lahar masuk ke Dusun Sumbersari sangat kecil kemungkinannya, atau di Besuk Kembar Pronojiwo," pungkasnya.