- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap hasil pertemuannya dengan Wakil Bupati Sumedang beserta istri dan sekretarisnya terkait konflik yang sempat mencuat.
Dedi mengatakan, berdasarkan pembicaraan dengan kedua pihak, konflik tersebut bermula dari rasa cemburu istri Wakil Bupati yang tengah hamil.
Kecemburuan itu muncul karena Wakil Bupati dinilai terlalu dekat dengan sekretarisnya.
Hal ini disampaikan KDM melalui unggahan di media sosialnya, Senin (14/9).
Dedi menyebut kedekatan tersebut berupa candaan hingga perilaku yang dianggap bernuansa romantis dan membuat sang istri merasa khawatir.
"Jadi kalau saya setelah saya tanya pertama memang adanya rasa cemburu, namanya istri Wakil Bupati yang lagi hamil," ujarnya.
Menurut Dedi, perselisihan antara kedua belah pihak memang terjadi, bahkan sempat berujung pada laporan ke Polda.
Namun, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan setelah kedua pihak menganggap kejadian itu sebagai kekhilafan.
Dedi juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi, tidak pernah terjadi pelecehan seksual dalam persoalan tersebut.
Ia menilai Wakil Bupati tetap bersalah karena dianggap tidak menjaga perasaan istrinya yang sedang hamil.
Dedi menyatakan persoalan tersebut kini dianggap selesai, sementara hukuman bagi Wakil Bupati akan diputuskan kemudian.