Gunung Anak Ranakah Manggarai 10 Kali Gempa Vulkanik Dalam 51 Gempa Tektonik Lokal
Gordy Donovan September 15, 2026 10:42 AM

 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Petugas Pos Pengamat Gunung Anak Ranakah, Dafa Putra Aditama melaporkan kondisi dan situasi gunung itu selama 24 jam terakhir, Senin 14 September 2026, periode 00:00-24:00 WITA.

Gunung Api Anak Ranakah terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.62°LU, Longitude 120.52°BT dan memiliki ketinggian 2350 mdpl.

Saat ini Gunung yang terakhir kali meletus pada 11 Januari 1988 itu berstatus Waspada atau Level II.

"Berdasarkan pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id Selasa (Selasa/15/2026). 

Baca juga: Dalam 24 Jam, Aktivitas Gunung Anak Ranakah di Manggarai Didominasi 189 Gempa Tektonik Lokal 

Cuaca Cerah

Berdasarkan pengamatan klimatologi, cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut. Suhu udara sekitar 14-25°C. Kelembaban 75-90. 

Sementara berdasarkan pengamatan kegempaan, Gunung Anak Ranakah mengalami 10 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2.1-46 mm, S-P 1-3 detik dan lama gempa 7-12 detik.

51 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 0.2-46 mm, S-P 5-9.28 detik dan lama gempa 14-40 detik.

3 kali gempa Terasa, skala I hingga III MMI dengan amplitudo 46 mm, S-P 8-22 detik dan lama gempa 89-177 detik.

23 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3-38.3 mm, S-P 11-17 detik dan lama gempa 24-50 detik.

Level II

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan laporan khusus  nomor: 1445.Lap/GL.03/BGL/2026 tentang peningkatan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Ranakah.

Gunung Api Anak Ranakah mengalami peningkatan aktivitas dari level I (normal) menjadi level II (Waspada) tanggal 1 September 2026, pukul 23.00 Wita.

Gunung Api Anak Ranakah terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.62°LU, Longitude 120.52°BT dan memiliki ketinggian 2350 mdpl.

Berikut ini isi laporan khusus yang diterima TRIBUNFLORES.COM, Rabu 2 September 2026.

Alami Peningkatan Usai Gempa Flores

Gunung api Anak Ranakah di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan peningkatan kegempaan pasca Gempa Flores M7,7 tanggal 15 Agustus 2026 yang kemudian diikuti dengan peningkatan Gempa Tektonik Lokal dengan kisaran harian 38–414 kejadian dan Tektonik Jauh berkisar 32–418 kejadian/hari. Di hari yang sama, Gempa Vulkanik Dalam juga menunjukkan peningkatan jumlah dengan kisaran 10–35 kejadian gempa/hari.

Meskipun masih cukup tinggi, kegempaan vulkanik G. Anak Ranakah menunjukkan penurunan di akhir bulan Agustus 2026. Pada tanggal 1 September 2026, teramati jumlah kejadian Gempa Vulkanik Dalam kembali meningkat dan masih berlangsung hingga laporan ini disusun (Lampiran 1).

Kemunculan Gempa Vulkanik Dalam mengindikasikan adanya proses peretakan batuan akibat adanya suplai magmatik dalam yang mengubah stres/tekanan pada tubuh G. Anak Ranakah.

Berdasarkan hasil pengamatan kegempaan tanggal 1–31 Agustus 2026 (Lampiran 2), tercatat 367 kali Gempa Vulkanik Dalam, 3.272 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 2.776 kali Gempa Tektonik Jauh, serta Gempa Terasa sebanyak 218 kali dengan skala MMI II–VII.

Pada tanggal 1 September 2026 hingga pukul 18.30 WITA, tercatat 94 kali Gempa Vulkanik Dalam, 144 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 85 kali Gempa Tektonik Jauh, serta 1 kali Gempa Terasa dengan skala MMI II.

Energi seismik yang diestimasi dengan metode perata-rataan nilai amplitudo sinyal seismik atau Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM) menunjukkan peningkatan energi yang signifikan sejak 15 Agustus 2026 dan menurun di akhir bulan Agustus 2026. Namun, energi meningkat kembali pada 1 September bersamaan dengan peningkatan kegempaan Vulkanik Dalam.

Hasil pengamatan visual secara umum tidak menunjukkan adanya asap kawah G. Anak Ranakah. 

Dilakukan pula pengamatan visual menggunakan UAV/drone pada tanggal 25 Agustus dan 1 September 2026 yang menunjukkan adanya perubahan aktivitas asap solfatara yang berada di sebelah barat kubah lava. 

Asap solfatara pada tanggal 25 Agustus 2026 teramati lebih tebal dibandingkan dengan hasil pengamatan pada tanggal 1 September 2026.

Adapun kondisi kubah lava tidak teramati mengalami perubahan yang signifikan, meskipun terjadi longsoran di beberapa bagian G. Anak Ranakah pada tanggal 18 dan 20 Agustus 2026 yang dipicu oleh Gempa Terasa yang terjadi.

Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental, G. Anak Ranakah menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan. 

Dengan mempertimbangkan potensi bahayanya saat ini, maka Tingkat Aktivitas G. Anak Ranakah dinaikkan dari Level I (NORMAL) menjadi Level II (WASPADA), dengan rekomendasi sebagai berikut.

1. Masyarakat di sekitar G. Anak Ranakah maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 1 km dari pusat aktivitas G. Anak Ranakah.

2. Pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah. BPBD di Kabupaten senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Anak Ranakah di Desa Waerii, Kecamatan Waerii, Kabupaten Manggarai, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas G. Anak Ranakah.

3. Perkembangan aktivitas serta rekomendasi teknis G. Anak Ranakah dapat juga dipantau melalui aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id) dan media sosial Badan Geologi (FB, Twitter/X, IG), serta website Badan Geologi (www.geologi.esdm.go.id).

Laporan khusus itu ditanda tangani oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepala Badan Geologi, Lana Saria.(Sumber geologi.esdm.go.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.