Panggilan Telepon Terakhir yang Tak Terangkat, Sebelum Sopir Truk jadi Korban KM Virgo Terbalik
Yandi Triansyah September 15, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM - Agus Ribut Setiabudi, seorang sopir truk ekspedisi yang turut menjadi korban dan dinyatakan hilang dalam tragedi terbaliknya kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Agus ternyata sempat mengubungi sang istri Anita Mardi Utami pada Sabtu siang, sebelum kapal dilaporkan tenggelam. 

Namun panggilan telepon tersebut tidak sempat terangkat. 

Upaya untuk menghubungi balik dan mengirim pesan melalui WhatsApp (WA) juga tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Ratusan Penumpang Terjebak di KM Virgo, Terungkap Penyebab Penyelam tak Bisa Diterjunkan

Hal ini diceritakan oleh Jiono, kakak dari Agus salah satu penumpang kapal KM Virgo yang terbalik. 

"Dia berangkat kapal kondisi miring. Dia telpon ke istrinya. Tapi enggak terangkat. Los contact. Sabtu malam, jam 1-an (minggu dini hari). Kalau saya enggak ada firasat. Saya cuma merasa beda aja perasaan. Kami enggak tahu," terang Jiono.

Anita Mardi Utami mengaku sempat mendampingi suami pada Kamis (10/9/2026)  untuk mengambil armada truk. 

Setelah itu, Agus kemudian mengambil muatan barang di Surabaya pada Jumat (11/9/2026), lalu menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak pada Sabtu (12/9/2026). 

"Cuma hari Kamis saya ikut sama suami ambil truk," kata Anita seraya meneteskan air mata. 

Di tengah kesedihan dan belum adanya kabar sang suami, keluarga tetap mengikuti prosedur identifikasi yang disediakan oleh kepolisian. 

Jiono telah mengumpulkan data ke Posko Ante Mortem Tim DVI Biddokkes Polda Jatim serta menjalani pengambilan sampel swab untuk tes DNA forensik. 

"Tadi tes swab, dimintai untuk tes DNA forensik. Itu bilamana ada hal yang tidak diinginkan. Cuma yang kami inginkan semoga adik kami ini selamat," tuturnya.

Berniat Terbang ke Banjarmasin

Jiono saat ditemui di Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin (14/9/2026) petang, berencana akan pergi ke Banjarmasin. 

Ia berniat berangkat ke posko utama di Banjarmasin merogoh kocek sendiri jika tidak ada kejelasan hasil pencarian dari Tim SAR gabungan.

"Saya harus meluncur ke Banjarmasin saya mau ke sana nyari adik ketiga saya; Agus Ribut Setiabudi, sopir truk," ujar Jiono dengan suara serak menahan tangis pada Senin petang.

Warga Dusun Sonotengah, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Malang itu menuturkan bahwa pihak keluarga membutuhkan informasi yang lebih cepat dan langsung dari posko pusat pencarian.

Tak Difasilitasi Pihak KM Virgo 

Upaya untuk mendatangi kantor perusahaan pemilik kapal, PT Virgo Karya Shipping (VKS), untuk meminta agar perwakilan keluarga korban difasilitasi berangkat menuju Banjarmasin guna memantau proses pencarian. 

Namun ternyata permohonan tersebut tidak mendapatkan kepastian. 

"Tapi kalau sama Virgonya enggak ada sama sekali. Kami minta difasilitasi ke Banjarmasin, tapi katanya masih diusahakan," kata Jiono. 

Karena keterbatasan biaya, Jiono berencana terbang seorang diri ke Banjarmasin. 

"Kalau enggak dikasih, saya mau berangkat ke sana, satu orang, gak memungkinkan biayanya kan beberapa orang berapa juta. Kami kan kerjanya cuma sopir," ungkapnya.

Ia menyayangkan perlakuan pihak manajemen kapal yang dinilai kurang proaktif dalam membagikan perkembangan terkini mengenai proses pencarian para korban.

"Kesimpulan saya pribadi tidak ada tanggung jawabnya. Seharusnya di sini ada perwakilan perusahaan Pelindo harus ada beberapa orang yang memberikan update informasi. Karena pihak korban ini kan terombang-ambing," tegas pria bertopi tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.