Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
TRIBUNFLORES.COM, KEFAMENANU - Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Eliana Papote, melalui Kasi Humas Polres TTU, AKP Anselmus Pera, mengatakan kronologi kejadian bermula ketika anak korban Margareta Silvia Abi dan Theresia Lafu bersama rekan-rekannya, Gerbardus Aaron Sasi (7), Aurelia Kolo (8), dan Gavin Abi (8), pulang dari SDN Sainoni sekitar pukul 11.00 WITA.
Mereka melintas melalui jalur belakang, tepatnya di sekitar Mata Air Oetfo, untuk kembali ke rumah masing-masing.
Ketika tiba di Cekdam Oetfo, Theresia Lafu bersama rekan-rekannya masuk ke sekitar lokasi kejadian untuk melihat ikan.
Di lokasi tersebut terdapat sebuah bak penampung air yang berjarak sekitar 8 meter dari cekdam. Di sekitar lokasi juga terdapat satu unit sumur.
Baca juga: Magdalena Dengar Teriak Minta Tolong, 2 Siswi di TTU Tenggelam dalam Bak Penampung
Theresia Lafu kemudian duduk di tepi bak penampung. Permukaan bak tersebut tidak rata karena kondisinya sudah mulai rusak. Bak penampung itu diketahui dibangun pada 1985.
Theresia diduga tergelincir dan jatuh ke dalam bak penampung berukuran 2 × 4 meter dengan kedalaman sekitar 2,5 meter.
Melihat Theresia terjatuh ke dalam bak penampung, Margareta Silvia Abi membuka sepatu dengan maksud menolong korban.
Namun, keduanya tidak kunjung muncul ke permukaan air. Panik melihat kondisi tersebut, salah seorang anak kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Anselmus mengatakan kedua korban diduga meninggal dunia setelah terjebak di dalam lumpur sehingga kesulitan kembali ke permukaan air.
Dua orang saksi, yakni Mario Rikardus Tnesi (16) dan Dominikus Siki (16), kemudian berhasil mengevakuasi kedua korban dari dalam bak penampung Mata Air Oetfo di Desa Sainoni.
Mario mengatakan, saat itu mereka sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah. Mereka melintas di jalan yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Baca juga: Dua Siswa SD di TTU NTT Tewas Tenggelam dalam Bak Penampung
Tidak lama kemudian, mereka mendengar teriakan meminta pertolongan dari arah cekdam. Kedua saksi berlari menuju sumber suara.
Setibanya di lokasi kejadian, mereka mendapat informasi dari Magdalena Abi (45) bahwa dua orang anak tenggelam di dalam bak penampung tersebut.
Kedua pelajar itu kemudian melepas sepatu dan masuk ke dalam bak untuk membantu mengevakuasi korban. Kedua korban berhasil dievakuasi saat itu juga.
Saat dievakuasi, kedua korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Keduanya kemudian dilarikan ke Puskesmas Napan menggunakan satu unit mobil angkutan pedesaan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sementara itu, saksi Magdalena Abi (45) menjelaskan bahwa sebelum insiden tersebut terjadi, ia sedang berada di kebun miliknya.
Saat itu, ia bersama beberapa anggota keluarganya sedang membersihkan buah asam yang baru dipetik dari pohon.
Tiba-tiba, ia mendengar suara anak-anak berteriak meminta pertolongan. Magdalena sempat ragu ketika pertama kali mendengar teriakan tersebut.
Namun, ia kemudian memutuskan mendekati sumber suara untuk memastikan apa yang terjadi. Saat mendekati lokasi kejadian, ia melihat beberapa anak berteriak histeris meminta pertolongan.
Magdalena kemudian mendapat informasi dari anak-anak tersebut bahwa dua orang anak tenggelam di dalam bak penampung dan tidak kunjung muncul ke permukaan air.
Karena merasa takut, mereka kemudian meminta bantuan dengan berteriak memanggil orang yang dapat berenang di sekitar lokasi kejadian.
Sebelumnya, nasib tragis dialami dua orang anak di Desa Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kedua anak tersebut adalah Margareta Silvia Abi (8) dan Theresia Lafu (8).
Kedua siswa SDN Sainoni tersebut meninggal dunia setelah tenggelam di dalam bak penampung air di wilayah desa tersebut. Lokasi itu merupakan bak penampung Mata Air Oetfo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, Selasa, 15 September 2026, kedua korban tenggelam di dalam bak penampung tersebut pada Senin, 14 September 2026. Jarak antara bak penampung dan cekdam yang berada di sekitar lokasi tersebut sekitar 8 meter.
Kejadian tragis ini terjadi setelah kedua anak tersebut pulang dari sekolah bersama rekan-rekannya. Insiden tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga masing-masing korban. (bbr)