TRIBUNNEWS.COM - Pangeran Harry dan Meghan Markle memutuskan untuk memindahkan anak-anak mereka ke sekolah baru hanya beberapa hari setelah dimulainya semester karena masalah keamanan, menurut informasi dari Sky News.
Archie (7) dan Lilibet (5) mulai bersekolah minggu lalu setelah pindah dari AS bulan lalu.
Seorang juru bicara Duke dan Duchess of Sussex mengatakan:
"Keputusan untuk memindahkan anak-anak ke sekolah baru diambil setelah diskusi dengan tim keamanan keluarga tentang hal-hal praktis dari pengaturan mereka saat ini."
"Orang tua tetap sangat berterima kasih kepada semua guru dan staf atas kasih sayang, perhatian, dan upaya yang telah mereka tunjukkan kepada keluarga mereka."
"Keputusan ini sama sekali tidak boleh diartikan sebagai cerminan dari sekolah atau perawatan luar biasa yang telah diterima anak-anak di sana."
Dilaporkan bahwa sempat terjadi kemacetan lalu lintas yang parah saat anak-anak Harry dan Meghan diantar ke sekolah.
Jarak yang ditempuh juga memberi tekanan pada tim keamanan keluarga Sussex.
Diyakini juga terjadi insiden yang menyebabkan konvoi kendaraan pasangan tersebut terganggu.
Lokasi rumah baru keluarga dan detail sekolah anak-anak dirahasiakan.
Baca juga: Harry dan Meghan Terkejut dengan Surat Raja Charles yang Tegaskan Mereka Tetap Menjadi Warga Biasa
Namun, Meghan sempat membagikan sekilas kehidupan baru keluarga Sussex di Inggris pada akhir pekan lalu.
Dalam unggahan video di Instagram, Meghan dan Pangeran Harry, bersama kedua anak mereka terlihat menikmati jalan-jalan di pedesaan, bermain di genangan air, bersepeda, dan memancing.
Keputusan pasangan itu untuk kembali ke Inggris, enam tahun setelah mereka meninggalkan Keluarga Kerajaan, mengejutkan banyak orang.
Sebelumnya, Harry hanya kembali ke Inggris beberapa kali sejak meninggalkan keluarga kerajaan, sebagian besar tanpa Meghan dan anak-anak mereka.
Raja Charles III diberi tahu tentang rencana Sussex untuk kembali dalam jangka panjang beberapa hari sebelum hal itu diumumkan kepada publik.
Keamanan Duke saat ini sedang ditinjau oleh komite pemerintah, sementara perdebatan panjang mengenai keputusan untuk mencabut perlindungan polisi otomatis bagi Sussex masih berlanjut.
Harry saat ini sedang menunggu kabar dari Komite Eksekutif untuk Perlindungan Keluarga Kerajaan dan Tokoh Publik (Ravec), yang bertanggung jawab mengambil keputusan terkait keamanan kerajaan.
Ravec merupakan komite yang bertanggung jawab menentukan perlindungan yang didanai negara bagi anggota keluarga kerajaan dan politisi senior.
Dewan Manajemen Risiko sedang melakukan penilaian ancaman, dan Ravec diharapkan memutuskan apakah pasangan Sussex berhak mendapatkan keamanan yang didanai oleh pajak sekarang setelah mereka tinggal di Inggris.
Keamanan Meghan juga sedang menjalani peninjauan pertama yang didukung pemerintah sejak pasangan tersebut meninggalkan Inggris.
Mengutip GB News, Pangeran Harry menghadapi enam ancaman teror terhadap dirinya, dengan lima di antaranya berasal dari Inggris, menurut sebuah dokumen yang sangat sensitif yang disusun oleh perusahaan keamanan pribadi Duke of Sussex.
Di antara ancaman yang dirinci terdapat dokumen al-Qaeda yang secara khusus menyerukan pembunuhan Harry.
Penilaian risiko yang disiapkan pada Februari oleh perusahaan keamanan berbasis di Amerika Serikat yang dipekerjakan keluarga Sussex mengidentifikasi sedikitnya enam ancaman terhadap Harry dari pelaku teror jihadis dan kelompok sayap kanan yang juga pernah menargetkan tokoh-tokoh terkemuka Inggris lainnya, menurut ITV.
Analisis perusahaan tersebut menyimpulkan bahwa ancaman prioritas tertinggi yang dihadapi keluarga Sussex berasal dari terorisme stokastik (stochastic terrorism), yang juga dikenal sebagai terorisme aktor tunggal atau terorisme akar rumput.
Catatan Kepolisian Metropolitan menunjukkan adanya hampir 500 calon penguntit yang menargetkan keluarga kerajaan, dengan sekitar setengahnya diketahui telah menunjukkan ancaman terhadap Harry, Meghan, serta anak-anak mereka, Archie dan Lilibet.
Perusahaan keamanan swasta saat ini memantau 28 individu yang menunjukkan perilaku penguntitan berbahaya terhadap keluarga tersebut.
Yang lebih mengkhawatirkan, keberadaan empat orang yang telah dihukum terkait ancaman teroris terhadap Harry hingga kini masih belum diketahui oleh tim keamanannya.
Ancaman dari al-Qaeda muncul pada 2023 ketika FBI memperingatkan tim keamanan Harry mengenai intelijen yang diterima dari sumber luar negeri.
Para pemimpin senior al-Qaeda menerbitkan sebuah dokumen di saluran Telegram tertutup yang secara khusus merujuk pada pembunuhan Harry.
Dokumen tersebut juga mendesak para pengikut yang tinggal di negara-negara Barat untuk membunuh personel angkatan udara yang pernah bertugas di Afghanistan.
Nama Harry disebut dalam konteks tersebut karena ia dua kali menjalani penugasan bersama Angkatan Darat Inggris di Afghanistan pada 2007 dan 2008.
Laporan itu juga mencatat insiden keamanan lain, termasuk upaya penyusupan pada Mei 2023 di kediaman pasangan tersebut di Montecito, California, oleh seorang pria yang membawa palu dan lakban.
Harry kehilangan perlindungan kerajaan otomatisnya pada 2020.
Meski dijanjikan peninjauan tahunan, hal itu tidak pernah dilakukan sejak keluarganya pindah ke California enam tahun lalu.
Personel keamanan pribadinya dapat menemaninya ke luar negeri, tetapi tidak diizinkan membawa senjata api di wilayah Inggris.
Laporan tersebut menyatakan bahwa tanpa senjata api, petugas perlindungannya tidak dapat merespons secara efektif jika terjadi serangan bersenjata dari teroris, pelaku kriminal, atau individu yang mengalami gangguan mental.
Laporan itu menyimpulkan bahwa satu-satunya cara untuk mengurangi risiko yang masih tersisa terhadap Harry adalah dengan memberinya perlindungan yang didukung negara.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa hanya polisi Inggris dengan otorisasi Ravec yang diperbolehkan membawa senjata saat melindunginya.
Penilaian keamanan tersebut menegaskan bahwa kerentanan Harry membuatnya berpotensi menjadi anggota keluarga kerajaan yang paling rentan terhadap serangan pihak-pihak yang ingin menyerang keluarga kerajaan.
Dokumen itu juga mencatat bahwa meskipun telah mundur dari tugas-tugas kerajaan, Harry tetap merupakan putra Raja dan simbol mahkota.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)