Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Pihak Puskesmas Jatidatar mengamankan sampel makanan diduga menjadi pemicu keracunan massal di Kampung Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah.
Dugaan keracunan yang dialami puluhan orang itu juga mengakibatkan seorang meninggal dunia. Pihak Puskesmas Jatidatar telah mengamankan lima sampel makanan guna diuji laboratorium.
Puskesmas Jatidatar merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terletak di Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah.
Kepala Puskesmas Jatidatar, M. Prihatiningsih, mengungkapkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan makanan yang diduga menyebabkan keracunan massal.
Oleh karena itulah, pihaknya mengambil lima sampel makanan dari lokasi acara yasinan, sebagai berikut:
Uji laboratorium tersebut untuk mengetahui penyebab pasti keracunan massal yang menimpa warga seusai menghadiri acara yasinan di Kampung Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah.
"Kami menyisihkan ada lima sampel makanan, yaitu mi, urap, daging kambing, ayam, dan bacem jengkol untuk diperiksa di laboratorium. Kami masih menunggu hasilnya," ujar Prihatiningsih, Selasa (15/9/2026).
Prihatiningsih menuturkan bahwa acara yasinan tersebut berlangsung pada Sabtu (12/9/2026).
Selain makan bersama secara prasmanan di lokasi, warga juga membawa pulang sisa makanan yang kemudian disantap oleh anggota keluarga pada malam harinya.
Gejala keracunan tidak muncul serentak dalam satu hari. Keluhan kesehatan pertama mulai dilaporkan pada Sabtu malam ketika beberapa warga mendatangi klinik.
Pada Minggu pagi, satu per satu warga mulai mengeluhkan mual, muntah, dan diare.
"Awalnya pada (Minggu) pagi hari ada satu dua orang yang datang karena mencret. Saat itu kami belum menduga ini Kejadian Luar Biasa (KLB), karena kasus diare bisa saja disebabkan faktor cuaca atau hal lain, tidak hanya dari makanan," ungkapnya.
Namun, jumlah warga yang berobat akibat mual, muntah, dan diare terus meningkat secara signifikan dari Minggu siang hingga sore hari.
Mengenai kasus pasien yang meninggal dunia, Prihatiningsih mengonfirmasi bahwa korban merupakan satu dari pasangan suami istri yang sempat menjalani perawatan.
Sebelum dirujuk ke Klinik Dr. Bambang, pasangan tersebut telah diperiksa oleh petugas kesehatan setempat.
Saat ini, pihak Puskesmas Jatidatar bersama tim medis setempat terus melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak serta menunggu hasil uji laboratorium atas kelima sampel makanan tersebut.
"Karena kondisinya lemah, pasien dirujuk ke Klinik Dr. Bambang. Sampai tadi malam hingga tadi pagi, tim medis masih terus berkomunikasi dengan Dr. Bambang saat melakukan visit (pemeriksaan). Namun, jarak setengah hingga satu jam setelahnya, pasien dinyatakan meninggal dunia," jelas Prihatiningsih.
Diketahui wilayah kerja Puskesmas Jatidatar mencakup sebagian wilayah di Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, dengan luas wilayah kerja sekitar 68,949 km⊃2;.
Puskesmas Jatidatar membawahi 8 kampung/desa, yaitu:
(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)