Polisi Beberkan Kronologi Insiden Dua Siswi SD Tewas Tenggelam di Desa Sainoni TTU
Oby Lewanmeru September 15, 2026 01:19 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Eliana Papote melalui Kasi Humas Polres TTU, AKP Anselmus Pera mengatakan, kronologi kejadian bermula ketika anak korban Margareta Silvia Abi, Theresia Lafu, Gerbardus Aaron Sasi (7), Aurelia Kolo (8), Gavin Abi (8) pulang dari sekolah SDN Sainoni sekira pukul 11 WITA.

Mereka melintas jalur belakang ( Mata Air Oetfo) untuk kembali ke rumah masing-masing. Ketika sampai di Cekdam Oetfo, anak korban Theresia Lafu dengan rekan-rekannya masuk ke sekitar TKP untuk melihat ikan.

Di lokasi itu, terdapat bak penampung air yang berjarak sekitar 8 meter dari Cekdam. Di sekitar TKP itu juga terdapat satu unit sumur.

Anak korban Theresia Lafu duduk di tepi bak penampung. Permukaan bak penampung tersebut tidak rata (karena sudah mulai rusak karena dibangun tahun 1985).

Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Siswa SD di Desa Sainoni Kabupaten TTU Tewas Tenggelam dalam Bak Penampung 


Anak korban Theresia kemungkinan tergelincir dan jatuh ke dalam bak penampung berukuran 2×4 meter dengan kedalaman sekitar 2,5 meter. Melihat korban terjatuh ke dalam bak penampung, anak korban Margareta Silvia Abi membuka sepatu dengan tujuan menolong korban.

Kendati demikian, kedua korban tak kunjung muncul kembali ke permukaan air. Karena panik dengan situasi tersebut, seorang anak kemudian berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Anselmus menyebut, kedua korban meninggal dunia diduga akibat tertanam di dalam lumpur dan kesulitan kembali ke permukaan air.

 

Dua Korban Berhasil Dievakuasi

Dua orang saksi bernama Mario Rikardus Tnesi (16) dan Dominikus Siki (16) berhasil mengevakuasi dua orang anak korban tenggelam dari dalam bak penampung Mata Air Oetfo di Desa Sainoni.

Dikatakan Mario, sebelumnya, mereka sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah. Mereka melintas di jalan yang tidak jauh dari TKP.

Tidak lama berselang, mereka mendengar teriaka minta tolong dari arah Cekdam. Kedua saksi kemudian berlari menuju sumber suara.

Ketika tiba di TKP, mereka diinformasikan oleh Magdalena Abi (saksi 1) bahwa sebanyak dua orang anak tenggelam di dalam bak penampung itu.

Kedua pelajar itu langsung melepas sepatu dan masuk ke dalam bak air dan membantu mengevakuasi korban.

Kedua korban berhasil dievakuasi dari dalam bak penampung saat itu juga.

Saat itu, kedua korban sudah tidak sadarkan diri. Kedua korban langsung dilarikan ke Puskesmas Napan dengan menumpang satu unit mobil angkutan pedesaan untuk menerima pertolongan medis.

Sementara itu, saksi Magdalena Abi (45) menjelaskan, sebelum insiden itu terjadi, ia sedang berada di kebun miliknya. 

Saat itu, ia sedang bersama beberapa orang keluarganya. Mereka membersihkan buah asam yang baru dipetik dari pohon.

Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan anak-anak meminta tolong. Magdalena sempat ragu ketika pertama kali mendengar teriakan minta tolong itu.

Kendati demikian, ia memutuskan untuk mendekati sumber suara untuk memastikan kebenaran tersebut. Saat mendekati TKP, ia melihat beberapa orang anak sedang berteriak histeris meminta tolong.

Magdalena kemudian diinformasikan oleh anak-anak tersebut bahwa sebanyak dua orang anak tenggelam di dalam bak penampung dan tak kunjung muncul ke permukaan air.

Dihantui rasa takut, mereka kemudian memanggil bantuan dengan berteriak memanggil orang yang bisa berenang di sekitar TKP. 

Sebelumnya, Nasib tragis dialami dua siswi SDN Sainoni, Desa Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua anak tersebut yakni; Margareta Silvia Abi (8) dan Theresia Lafu (8). 

Dua orang yang mengenyam pendidikan di SDN Sainoni tersebut meninggal dunia usai tenggelam di dalam bak penampung di wilayah desa itu. Lokasi itu merupakan bak penampung Mata Air (Oetfo).

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, Selasa, 15 September 2026, kedua anak korban tenggelam di dalam bak penampung tersebut pada Senin, 14 September 2026. Jarak antara bak penampung dan cekdam yang berada di sekitar lokasi itu sekira 8 meter.

Kejadian tragis ini terjadi setelah kedua orang anak tersebut baru pulang dari sekolah bersama rekan- rekannya. Insiden tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga mereka masing-masing. (bbr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.