BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Pencarian terhadap 129 korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa masih terus dilakukan secara masif, Selasa (15/9/2026)
Operasi pencarian diperluas dari titik datum atau acuan lokasi kecelakaan laut tersebut dengan pola paralel agar jalur antarsektor tidak saling bersinggungan.
Sebelumnya, Tim SAR melakukan pencarian hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat 4°31’51.82” LS dan 114°02’06.88” BT dengan heading 203,94 derajat di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada hari kedua pencarian.
“Bahwa luas pencarian yang kita lakukan terhadap enam sektor ada 2.600 mil laut. Pencarian mulai dari posisi datum, kemudian sektor dan pola operasi yang sudah kita arahkan. Rata-rata semua sektor memang kita laksanakan operasi secara paralel,” kata Kepala Basarnas RI, Mohammad Syafii, di Pelabuhan Trisakti, Senin (14/9/2026).
Baca juga: Dua Lagi Jenazah Korban KM Virgo Tiba di RS Bhayangkara Banjarmasin, Total 5 Proses Identifikasi
Area pencarian kemudian diperluas dengan pembagian enam sektor dari titik datum.
“Hari ini luasan pencarian diperluas, untuk wilayah perairan 4600 nautical miles jadi hampir dua kali lipat dari hari kemarin, dibagi menjadi enam sektor,” kata Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, S.E., M.A.P.
Sejumlah armada dikerahkan dalam proses pencarian korban KM Virgo. Unsur laut yang terlibat tidak hanya berasal dari Basarnas, tetapi juga melibatkan TNI AL dan Polairud.
Kapal-kapal tersebut dibagi ke dalam sektor pencarian sesuai koordinat yang telah ditentukan, sehingga setiap armada memiliki tanggung jawab wilayah yang jelas untuk mempercepat proses pencarian.
“Sudah, KRI Canopus sudah kita plot kalau tidak salah itu di sektor 5 yah, kemudian ada KRI Nala, KRI Gusti Ngurahrai, dan KRI Pulau Pani, ada juga KN SAR Laksamana, KN Kunyit, KAL Kumai, KN SAR Wisanggeni, kemudian ada kapal polisi,” ujar Putu Sudayana, S.E., M.A.P.
Baca juga: Pencarian Hari ke-3, Empat Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi Lewat Udara Tiba Sjamsudin Noor
Adapun proses evakuasi korban meninggal dunia dilakukan dengan dua helikopter yang telah disediakan dan dibawa ke Landasan Udara Syamsuddin Noor Banjarbaru.
“Untuk proses evakuasi korban meninggal dunia saat ini berjumlah 4 orang yang berada di atas Takboat TB TCP sesuai dengan rencana heli sudah take off tadi menuju lokasi, kemudian heli polisi juga take off. Mudah-mudahan semua bisa terevakuasi,” kata Putu Sudayana, S.E., M.A.P. (Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)