5 Fakta Bentrokan di Barelang Batam: Videonya Viral, 2 Orang Tewas, hingga Kantor Polisi Siaga Satu
Tiara Shelavie September 15, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Bentrokan antar kelompok warga pecah di kawasan Jembatan Tiga Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/9/2026).

Detik-detik bentrokan sempat terekam kamera dan videonya kemudian beredar luas di media sosial.

Akibat bentrokan tersebut, dua orang dilaporkan tewas.

Polisi telah mengamankan tujuh orang yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

Sementara itu, pengamanan diperketat. Mapolresta Barelang juga diberlakukan status siaga satu untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan.

Berikut fakta-fakta bentrokan di Barelang Batam yang dirangkum Tribunnews.com, Selasa (15/9/2026):

Baca juga: 2 Orang Tewas saat Bentrokan di Barelang, Polisi: Bukan karena Senpi, Sejumlah Pelaku Diamankan

1. Videonya Viral

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, sejumlah video bentrokan di Barelang, Batam, beredar luas di media sosial, termasuk Instagram dan Facebook.

Dalam rekaman tersebut, terlihat dua kelompok warga terlibat aksi saling serang.

Sejumlah orang tampak melempar batu dan membawa senjata tajam saat bentrokan berlangsung.

Situasi semakin memanas ketika salah satu pihak terlihat melakukan penyerangan menggunakan senapan angin.

Belum diketahui secara pasti kelompok mana yang terlibat bentrokan.

Namun, kabar yang beredar berasal dari dua organisasi masyarakat (ormas).

2. Dipicu Persoalan Lahan

Dirangkum dari TribunBatam.com, kedua kelompok yang terlibat memiliki kepentingan berbeda. 

Salah satu kelompok diduga mewakili pihak perusahaan, PT MIG, yang mendapat kewenangan untuk melakukan pemagaran sekaligus penertiban lahan di kawasan tersebut.

Di sisi lain, kelompok massa lainnya disebut merupakan pihak yang selama ini menggarap lahan. 

Mereka mengaku belum memperoleh pembayaran ganti rugi, meskipun area yang mereka kelola telah berada dalam penguasaan pihak tertentu.

Perbedaan kepentingan terkait penguasaan dan kompensasi lahan itu diduga menjadi pemicu memanasnya situasi hingga akhirnya terjadi bentrokan antara kedua kelompok.

3. Dua Orang Tewas

Bentrokan ini menyebabkan dua orang dilaporkan tewas dan melukai empat orang lainnya.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono memastikan, keduanya tewas karena senapan angin, bukan senjata api sebagaimana yang beredar di media sosial.

"Kami tegaskan, bukan senjata api, melainkan senjata angin," katanya, dikutip dari TribunBatam.com.

Adapun identitas kedua korban masing-masing berinisial HE dan ED.

Seorang saksi mata mengungkap, ada korban yang terkena tembakan di bagian ulu hati.

"Tadi itu korban pertama itu tertembak dibagian ulu hati, saat perjalanan ke rumah sakit korban meninggal," ujar sumber kepada TribunBatam.com.

Sementara korban lainnya terkena tembakan di bagian jantung. 

"Korban itu langsung dilarikan oleh teman-temannya," katanya.

4. Terdua Pelaku Ditangkap

BENTROKAN - Bentrokan dua ormar di Setokok, tepatnya setelah jembatan tiga Barelang, Kota Batam Provinsi Kepri, Senin (14/9/2026).
BENTROKAN - Bentrokan dua ormar di Setokok, tepatnya setelah jembatan tiga Barelang, Kota Batam Provinsi Kepri, Senin (14/9/2026). (TribunBatam.id/PERTANIAN SITANGGANG)

Kombes Pol Anggoro melanjutkan, pihaknya sudah mengamankan enam orang terduga pelaku atas tewasnya dua korban.

"Beberapa orang sudah diamankan, sudah ada terduga pelaku, lebih kurang ada 6 orang," ungkapnya.

Dalam kesempatannya, Anggoro juga meminta warga untuk menahan diri dan menyerahkan kasus ini ke polisi.

Polresta Barelang masih melakukan pengembangan.

"Kami mohon waktu. Mohon percayakan kepada kami untuk lakukan penegakan hukum terhadap semua yang terlibat," tegasnya.

5. Kantor Polisi Siaga Satu

Berdasarkan pantauan TribunBatam.com, pasca diamankannya sejumlah orang, penjagaan di Mapolresta Barelang ditingkatkan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan.

Sejumlah anggota polisi dari berbagai satuan terlihat bersiaga di area Mako Polresta Barelang.

Tak hanya personel, satu unit kendaraan Baracuda Brimob Polda Kepri juga ditempatkan di lokasi untuk mendukung pengamanan.

Penjagaan tersebut masih berlangsung hingga tengah malam. 

Berdasarkan pantauan sekitar pukul 00.00 WIB, personel kepolisian tetap bersiaga dan pengamanan diperkirakan berlanjut hingga pagi. 

Terkait kejadian ini, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin turut meminta warga tidak terprovokasi.

"Mari kita sama-sama menjaga kondusifitas Kota Batam," kata Asep.

Ia juga memastikan, bentrokan murni karena persoalan lahan.

Bukan terkait Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

"Jadi banyak di media sosial informasi yang beredar bahwa bentrokan yang terjadi menyangkut pautkan dengan suku, ras dan golongan. Dan saya pastikan hal itu tidak ada."

"Jadi kejadian ini tidak ada hubungannya dengan ras, suku dan golongan, murni konflik lahan," tandas Asep.

(Tribunnews.com/Endra)(TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.