MPM Honda Jatim Dorong Generasi Muda Jadi Agen Keselamatan Berkendara
Titis Jati Permata September 12, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Generasi muda tak hanya dibekali kemampuan mengendarai sepeda motor, tetapi juga didorong untuk ikut menyebarkan budaya keselamatan di jalan.

Upaya tersebut dilakukan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) melalui MPM Safety Riding Center (SRC) di Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Fasilitas tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar dan generasi muda untuk memahami risiko berkendara sekaligus mempraktikkan teknik berkendara yang mengutamakan keselamatan.

Baca juga: Dorong Warga Pilah Sampah, MPM Honda Jatim Bina Bank Sampah Jombang

Tak Sekadar Belajar Mengendarai Motor

MPM Safety Riding Center dirancang tidak hanya sebagai tempat mempelajari teknik mengendalikan sepeda motor.

Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai berbagai aspek keselamatan berkendara, mulai dari mengenali risiko di jalan, teknik pengereman, manuver, hingga mengambil keputusan ketika menghadapi situasi tertentu.

Melalui perpaduan teori dan praktik, peserta diajak memahami bahwa kemampuan berkendara tidak berhenti pada penguasaan kendaraan.

Baca juga: Employee Volunteering, MPM Honda Jatim Renovasi Rumah Warga di Sedati Sidoarjo

Pengendara juga dituntut mampu membaca kondisi jalan, memperkirakan risiko, mengambil keputusan dengan tepat, serta memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, Suhari, mengatakan edukasi keselamatan berkendara perlu dilakukan secara konsisten, terutama kepada generasi muda.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya memahami bagaimana cara berkendara yang aman, tetapi juga memiliki kepedulian untuk mengajak orang di sekitarnya menerapkan perilaku berkendara yang lebih aman. Melalui MPM Safety Riding Center, kami memberikan pengalaman belajar yang memadukan pengetahuan dan praktik agar pesan #Cari_Aman dapat menjadi kebiasaan,” ujar Suhari, Sabtu (12/9/2026).

Pelajar Dibekali Kemampuan Jadi Agen Keselamatan

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui rangkaian Road To #Cari_Aman Academy yang berlangsung pada Agustus-September 2026.

Program ini memberikan pembekalan safety riding kepada pelajar sekaligus melatih kemampuan mereka dalam mengomunikasikan pesan keselamatan kepada masyarakat.

Peserta juga diperkenalkan dengan cara menyampaikan kampanye keselamatan melalui media sosial agar pesan tersebut lebih dekat dengan karakter dan kebiasaan generasi muda.

Dalam prosesnya, pelajar tidak hanya menerima materi. Mereka diajak mengidentifikasi persoalan keselamatan berkendara yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Dari persoalan tersebut, peserta kemudian didorong mengembangkan cara penyampaian pesan yang kreatif dan relevan.

Keselamatan Dimulai dari Kesadaran

Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Hari Setiawan, mengatakan pembentukan perilaku berkendara aman membutuhkan proses yang dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, safety riding tidak hanya berkaitan dengan teknik mengoperasikan sepeda motor, tetapi juga kesadaran pengendara sebelum dan selama perjalanan.

“Safety riding bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang bagaimana pengendara membangun kesadaran sebelum dan selama berkendara. Ketika pemahaman tersebut sudah terbentuk sejak muda, harapannya mereka dapat menjadi contoh sekaligus mengingatkan orang-orang di sekitarnya untuk selalu #Cari_Aman,” jelas Hari.

Edukasi Menjangkau Berbagai Kelompok

MPM Safety Riding Center di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, juga terbuka sebagai fasilitas edukasi keselamatan bagi berbagai kelompok.

Program edukasi menyasar pelajar, komunitas, masyarakat umum, hingga jaringan Honda.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya MPM Honda Jatim memperluas edukasi keselamatan berkendara secara berkelanjutan di Jawa Timur.

Melalui pengalaman langsung di Safety Riding Center, MPM Honda Jatim berharap generasi muda tidak hanya memiliki keterampilan mengendarai sepeda motor, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Peserta juga diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus menyebarkan kesadaran berkendara aman kepada lingkungan di sekitarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.