SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Momen menegangkan terjadi sesaat sebelum KM Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.
Muhammad Anwaril Ma'aruf alias Aril, anak Heru Pranoto asal Desa Saung Dadi, Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur, disebut masih tertidur ketika kapal yang ditumpanginya mulai mengalami kemiringan.
Heru kemudian membangunkan anaknya dan berusaha menarik Aril agar segera menyelamatkan diri.
Namun, Aril yang baru terbangun disebut belum sepenuhnya sadar dengan situasi yang terjadi.
Cerita tersebut disampaikan Dedi Irawan, adik kandung Heru Pranoto, berdasarkan informasi yang diterimanya dari sang kakak.
"Waktu kejadian anak Mas Heru masih tidur di kapal. Dibangunkan sama Mas Heru, tapi baru bangun dan belum sepenuhnya sadar," kata Dedi saat dihubungi jurnalis Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Selasa (15/9/2026).
Menurut Dedi, Heru sempat berusaha menarik Aril untuk menyelamatkan diri. Namun, kapal tiba-tiba semakin miring hingga akhirnya terbalik.
"Begitu ditarik, dia tidak mau lari. Lalu kapal itu langsung miring, langsung terbalik," ujar Dedi.
Setelah kapal terbalik, Heru dan Prastika berhasil naik ke bagian atas kapal.
Keduanya kemudian bertemu dengan kapal pengangkut batu bara yang berada di sekitar lokasi. Awak kapal tersebut selanjutnya mengevakuasi Heru dan Prastika.
"Mas Heru dan Prastika naik ke atas kapal, kemudian ketemu perahu batubara dan diselamatkan sama awak kapal batubara," tutur Dedi.
Namun, hingga kini Aril masih belum ditemukan.
Dedi mengatakan Heru kini berada di salah satu hotel di Banjarmasin yang dijadikan tempat penampungan korban. Kondisinya disebut sehat setelah berhasil diselamatkan.
"Alhamdulillah Mas Heru dalam keadaan sehat. Namun anaknya, Muhammad Anwaril Ma'aruf, panggilannya Aril, masih belum ditemukan," katanya.
Keluarga Heru di OKU Timur sempat diliputi kepanikan setelah menerima kabar KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan.
Informasi awal diterima keluarga dari istri Heru yang berada di Taiwan. Istri Heru kemudian mengabarkan kepada keluarga bahwa kapal yang ditumpangi suaminya mengalami kecelakaan.
"Awalnya dapat kabar dari istri Mas Heru yang di Taiwan, lalu ngabarin adik yang di Sukaraja kalau kapal yang ditumpangi kakak saya terbalik," jelas Dedi.
Kabar tersebut membuat ibu dan keluarga Heru syok karena belum mengetahui kondisi Heru maupun Aril.
Setelah mendapat kepastian Heru selamat melalui komunikasi yang dibantu seorang anggota Kowad yang mengunggah foto Heru di media sosial, keluarga sedikit lega.
"Kemarin siang sudah komunikasi lewat Kowad yang upload di medsos. Dari situ kami bisa tahu Mas Heru selamat," ungkap Dedi.
Namun, rasa lega tersebut bercampur kecemasan karena Aril hingga kini masih belum ditemukan.
"Alhamdulillah syukur Mas Heru masih selamat, namun keponakan saya Muhammad Anwaril Ma'aruf yang belum ketemu," ujarnya.
Keluarga berharap pencarian terhadap Aril terus dilakukan dan segera membuahkan hasil.
"Doakan semoga lekas ketemu dengan selamat, Mas. Kami sekeluarga sangat berharap Aril segera ditemukan," kata Dedi.
Berangkat ke Kalimantan untuk Mencari Pekerjaan
Sebelum kecelakaan terjadi, Heru bersama rombongan berangkat dari OKU Timur menuju Kalimantan untuk mencari pekerjaan.
Rombongan meninggalkan OKU Timur sekitar Selasa (8/9/2026). Sedikitnya enam warga OKU Timur disebut ikut dalam perjalanan tersebut.
Dua di antaranya merupakan warga Desa Saungdadi, yakni Heru Pranoto dan Aril. Sementara Prastika merupakan keponakan Heru.
Penumpang lainnya berasal dari sejumlah desa di OKU Timur, di antaranya Desa Pemetung Basuki dan Desa Mendayun.
Dalam perjalanan tersebut juga terdapat warga dari daerah lain, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa.
"Mereka berangkat ke Kalimantan setelah mendapat informasi mengenai kesempatan bekerja di salah satu perusahaan perkebunan sawit," pungkas Dedi.