TRIBUNWOW.COM - Grup musik Juicy Luicy menegaskan tidak akan meminta maaf kepada penyelenggara XYZ Liveground 2026 setelah batal tampil di Batam.
Manajemen Juicy Luicy menyatakan siap menghadapi proses hukum jika polemik pembatalan penampilan tersebut dibawa ke jalur hukum oleh penyelenggara.
"Kami memiliki semua bukti dan bersedia apabila penyelenggara akan membawa ini ke jalur hukum," tegas Juicy Luicy.
Juicy Luicy menilai pembatalan keberangkatan terjadi karena tidak adanya kepastian terkait akomodasi dan biaya kelebihan bagasi menjelang jadwal penerbangan ke Batam.
Manajemen mengaku telah meminta kelengkapan dokumen perjalanan sejak H-7 acara. Namun, mereka menyebut respons penyelenggara lambat dan beberapa kali tidak mendapat balasan.
"Setiap hari kami menagih pelunasan dan kepastian sejak H-7 acara, yang seharusnya sudah diselesaikan. Kadang digantung, seringnya tidak dibalas," ungkap Juicy Luicy.
Persoalan semakin rumit karena rombongan Juicy Luicy berada di Bandung, sedangkan penerbangan menuju Batam dijadwalkan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Menurut manajemen, tiket penerbangan baru diterima pada sekitar pukul 22.26 WIB. Saat itu, waktu keberangkatan sudah semakin dekat.
Tim Juicy Luicy kemudian mengecek kebutuhan bagasi melalui situs resmi maskapai karena belum memperoleh kepastian mengenai biaya kelebihan bagasi.
Dari pengecekan tersebut, biaya bagasi rombongan diperkirakan mencapai sekitar Rp44 juta.
Jumlah tersebut kemudian disebut berubah setelah penyelenggara memindahkan penerbangan ke maskapai lain dengan jatah bagasi gratis 15 kilogram per orang.
Pada tengah malam, penyelenggara disebut menawarkan dana awal Rp26 juta agar rombongan tetap berangkat. Kekurangannya dijanjikan akan dibayarkan setelah mereka tiba di lokasi.
Namun, ketika rombongan tiba di bandara menjelang batas waktu pendaftaran bagasi sekitar pukul 04.00 WIB, pembayaran tersebut disebut belum diterima.
Akibatnya, kelebihan bagasi harus dibayarkan langsung di konter bandara. Biaya yang sebelumnya diperkirakan Rp44 juta disebut meningkat menjadi sekitar Rp64 juta.
Manajemen Juicy Luicy akhirnya memutuskan tidak berangkat ke Batam pada Sabtu tersebut.
"Bagaimana mungkin kami percaya bahwa penyelenggara akan membayarkan angka yang sangat besar tersebut setelah kami dibohongi berkali-kali? Karena itu kami memutuskan untuk tidak pergi ke Batam di hari Sabtu itu," ujar mereka.
Setelah pembatalan tersebut, Juicy Luicy mengaku mendapat tekanan di media sosial, termasuk ujaran kebencian, peretasan, dan teror.
"Kami yang berniat baik untuk tidak memperpanjang masalah ini malah mendapatkan ujaran kebencian, peretasan, dan teror," ungkap pihak Juicy Luicy.
Terkait dana yang telah diterima dari penyelenggara, manajemen menyatakan tidak akan menggunakan sisa pembayaran tersebut untuk kepentingan pribadi.
Mereka berencana menyumbangkan 100 persen dana tersebut kepada warga Batam yang membutuhkan.
"Kami tidak berniat untuk menikmati sisa pembayaran penyelenggara. Maka itu, kami akan menyumbangkan 100 persen dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan di Batam," tulis Juicy Luicy.
Juicy Luicy juga meminta maaf kepada para penggemar yang telah membeli tiket dan kecewa karena mereka batal tampil.
Namun, mereka mempertanyakan apakah permintaan maaf juga perlu disampaikan kepada pihak penyelenggara.
"Namun, apakah perlu kami meminta maaf untuk konsekuensi yang dihadapi penyelenggara atas perbuatan dan kelalaiannya sendiri?" tandas Juicy Luicy.
Di sisi lain, XYZ Liveground memiliki versi berbeda mengenai persoalan tersebut.
Penyelenggara mengklaim telah melunasi honor Juicy Luicy serta memenuhi kebutuhan akomodasi sesuai kesepakatan.
Menurut XYZ Liveground, masalah muncul saat keberangkatan karena adanya biaya tambahan akibat kelebihan bagasi.
Penyelenggara juga menyebut telah menawarkan solusi berupa reimbursement agar Juicy Luicy tetap berangkat ke Batam. Namun, tawaran tersebut diklaim ditolak oleh manajemen band. (*)