Demo di Bangkok, Warga Thailand Minta Turis Israel Lebih Sopan
GH News September 12, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Setelah duta besar Israel untuk Thailand dipanggil oleh Pemerintah Thailand. Kini ratusan orang menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Israel di Bangkok, Thailand, Kamis kemarin. Alasannya sama, karena perilaku wisatawan Israel yang serampangan.

Aksi tersebut dipimpin aktivis politik Thailand, Sondhi Limthongkul. Ia membacakan surat terbuka yang ditujukan kepada Duta Besar Israel untuk Thailand Alona Fisher-Kamm.

"Era basa-basi diplomatik dan sikap diam yang selama ini dianggap sebagai bentuk persetujuan sudah berakhir," kata Sondhi, seperti dikutip dari , Sabtu (12/9/2026).

Sondhi menyoroti sejumlah perilaku wisatawan Israel yang dinilainya melanggar hukum, mengganggu ketertiban umum, serta tidak menghormati tradisi dan budaya lokal. Ia juga meminta Pemerintah Israel tidak menganggap keramahan Thailand sebagai kelemahan.

"Kedermawanan tidak boleh disalahartikan sebagai kelemahan, keramahan tidak berarti tunduk pada eksploitasi, dan kesopanan bukanlah izin terbuka bagi siapa pun untuk bertindak tanpa konsekuensi di wilayah kedaulatan kami," ujarnya.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah seorang wisatawan Israel yang dinyatakan bersalah karena mengancam pemilik kebun binatang di Koh Samui. Kebun binatang tersebut diketahui memasang bendera Palestina.

Pria itu kemudian dideportasi berdasarkan aturan baru yang memudahkan pengusiran warga asing yang melanggar hukum atau menunjukkan perilaku yang dianggap tidak diinginkan.

Persoalan wisatawan mancanegara di Thailand sebenarnya tidak hanya melibatkan warga Israel. Pada Juli, video perselisihan antara seorang perempuan Thailand dan sekelompok mahasiswa Italia yang dianggap membuat keributan di kereta Bangkok juga viral.

Kedutaan Besar Italia kemudian turun tangan dan mengunggah video permintaan maaf dari kelompok tersebut.

Sebelumnya, Dubes Alona Fisher-Kamm, telah bertemu Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, pada Selasa. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas kekhawatiran mengenai perilaku wisatawan Israel dan kemungkinan langkah untuk mengatasinya.

Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Israel di Thailand, Rami Teplitskiy, mengatakan pihaknya tidak mengabaikan pemberitaan maupun sentimen negatif mengenai wisatawan Israel.

"Kedutaan akan terus bekerja keras untuk membangun persahabatan yang berkelanjutan dan memastikan semua orang dapat menikmati Thailand dengan saling menghormati," kata Teplitskiy dalam video yang diunggah ke Facebook.

Teplitskiy menyatakan lembaga terkait dari kedua negara sedang bekerja sama untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Wisatawan Israel yang hendak berkunjung ke Thailand nantinya akan mendapat panduan resmi agar menghormati hukum dan budaya setempat.

Di sisi lain, Sihasak menyatakan negaranya tetap terbuka bagi wisatawan, tetapi keramahan tersebut memiliki batas.

"Thailand adalah negara yang menyambut wisatawan, tetapi pada saat yang sama, keramahan kami bukan berarti wisatawan, terlepas dari kewarganegaraannya, dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan di Thailand," ujar Sihasak.

Lebih dari 277.000 warga Israel tercatat mengunjungi Thailand pada delapan bulan pertama 2026, naik sekitar 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.