Xabi Alonso menilai Joao Pedro berada di level yang sama dengan Erling Haaland ketika pelatih Chelsea itu membandingkan sang penyerang dengan Karim Benzema.
Manajer Chelsea, Xabi Alonso, secara mengejutkan menyatakan bahwa Joao Pedro layak ditempatkan dalam kelompok yang sama dengan superstar Manchester City, Erling Haaland. Penyerang asal Brasil itu menikmati awal musim baru yang sangat impresif, hingga membuat pelatihnya membandingkannya dengan beberapa striker terbaik yang pernah bermain di sepak bola.
Pertandingan Liga Primer
Aston Villa vs Nottingham Forest
Hari ini 22:00
AFC Bournemouth vs Brentford
Hari ini 22:00
Liverpool vs Fulham
Hari ini 22:00
Chelsea vs Hull City
Hari ini 22:00
Crystal Palace vs Ipswich Town
Hari ini 22:00
Tottenham Hotspur vs Everton
13 Sep 2026 00:30
Sunderland vs Arsenal
13 Sep 2026 03:00
Coventry City vs Brighton & Hove Albion
13 Sep 2026 21:00
Manchester United vs Manchester City
13 Sep 2026 23:30
Leeds United vs Newcastle United
15 Sep 2026 03:00
Awal musim yang memecahkan rekor
Pengakuan atas peningkatan performa Pedro ditegaskan pada Jumat ketika ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bulan Agustus. Itu menjadi tonggak penting bagi sang penyerang, yang mengalahkan persaingan ketat termasuk dari rekan setimnya sendiri, Cole Palmer, untuk meraih penghargaan tersebut. Kontribusinya musim ini sangat penting bagi laju awal Chelsea. Dalam tiga pertandingan pembuka, ia membukukan dua gol dan dua assist, memperlihatkan ketajaman yang mungkin belum terlihat secara konsisten pada tahun-tahun sebelumnya.
Setelah baru-baru ini mengikat masa depannya untuk jangka panjang bersama klub lewat kontrak hingga 2034, ada kesan kuat bahwa pemain Brasil itu merupakan fondasi utama proyek baru di Cobham. Sistem taktik Alonso, yang menuntut mobilitas serta pengambilan keputusan tingkat tinggi dari lini depan, tampak sangat cocok dengan cakupan kemampuan Pedro yang luas serta kehadiran fisiknya.
Alonso menempatkan penyerang Chelsea itu dalam kategori kelas dunia
Alonso tidak menahan diri dalam menilai Pedro, dengan menyiratkan bahwa pemain internasional Brasil itu kini duduk di meja yang sama dengan Haaland. Setelah awal musim yang sensasional, Alonso ditanya apakah bintang andalannya benar-benar pantas dibandingkan dengan penyerang Norwegia tersebut, yang musim lalu merebut Sepatu Emas dengan 27 gol.
"Saya akan bilang ya. Jika Anda menghitung berapa banyak striker top yang kami miliki di Liga Primer, saya yakin Joao [Pedro] ada di sana, Haaland tentu ada di sana. Jadi saya akan menilainya seperti itu," jelas Alonso.
Perbandingan dengan Karim Benzema dan fleksibilitas taktik
Jika Haaland kerap dipandang sebagai predator spesialis di kotak penalti, Alonso percaya Pedro menawarkan profil yang lebih beragam, sehingga ia menarik paralel dengan mantan rekan setimnya di Real Madrid sekaligus pemenang Ballon d'Or, Karim Benzema. Ia menyoroti bahwa kemampuan Pedro untuk memengaruhi permainan di berbagai area—karena pernah dimainkan sebagai gelandang, nomor 10, dan pemain sayap—membuatnya menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan modern untuk dibendung.
"Dalam banyak hal dia mengingatkan saya pada Benzema, karena dia bagus di dalam kotak, dia bagus di luar kotak, dia bagus saat bergerak ke sisi kirinya, dia bagus dalam duel udara, dia sangat komplet, dia cerdas," tambah Alonso. "Jadi ya, dia masih muda, masih ada hal-hal yang bisa dikembangkan, tetapi ada banyak sekali kualitas luar biasa yang benar-benar dia miliki."
Mengatasi kekecewaan bersama Brasil dan menatap ke depan
Meski tampil luar biasa di level domestik, Joao Pedro mengalami kemunduran besar pada musim panas lalu ketika ia secara mengejutkan tidak masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia. Namun, sang penyerang menjadikan kekecewaan itu sebagai bahan bakar, hingga kembali dipanggil untuk jeda internasional September menghadapi Selandia Baru dan India. Alonso mengungkapkan bahwa ia tidak perlu memberikan motivasi tambahan kepada strikernya, karena api semangat itu sudah menyala dari dalam diri pemain tersebut.
"Dia sudah punya motivasi yang cukup. Di dalam dirinya sudah ada cukup banyak dorongan, jadi saya tidak perlu ikut campur di sana. Itu menyakitkan baginya, tetapi itu sudah berlalu. Sekarang kami fokus pada apa yang sudah dia lakukan dengan baik dan apa yang masih bisa dia lakukan dengan lebih baik," tegas bos Chelsea itu. "Dia tampil luar biasa. Bukan hanya dalam hal sepak bola, tetapi juga dalam kepribadiannya, kedewasaannya, dan hasratnya. Dia punya tujuan yang sangat jelas musim ini, yaitu menjalani kampanye yang hebat dan mencetak banyak gol."