Laporan Wartawan TribunGayo Alga Mahate Ara|Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Reje (Kepala Desa) Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Iman Ahmadi, berharap pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tidak memangkas Dana Desa tahun 2027.
Harapan ini khusus ia tujukan bagi daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Menurut Iman, kebijakan penganggaran ke depan perlu mempertimbangkan kondisi geografis dan tingkat kerawanan bencana.
Hal ini penting agar pemerintah desa tetap memiliki ruang fiskal yang mampu untuk mitigasi bencana, memperkuat ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan.
"Kami berharap kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar Dana Desa bagi wilayah rawan dan terdampak bencana hidrometeorologi tidak dipangkas. Justru perlu diperkuat sesuai kebutuhan dan tingkat kerawanan wilayah,” ujar Iman Ahmadi, Sabtu (12/9/2026).
Ia menjelaskan, Kampung Keramat Mupakat selama ini konsisten menjalankan berbagai program berbasis lingkungan dan kemandirian.
Program tersebut meliputi normalisasi drainase untuk mencegah penampungan, pengelolaan sampah melalui bank sampah dan ekonomi sirkular, pemanfaatan limbah menjadi kompos dan eco-enzyme , serta pengembangan sentra ketahanan pangan mandiri bersama PKK.
Selain itu, pihak desa rutin menggerakkan gotong royong dan penanaman pohon guna menghadapi dampak perubahan iklim.
Iman menilai keberlanjutan program-program mitigasi tersebut sangat bergantung pada kepastian dukungan anggaran.
“Bencana tidak menunggu anggaran. Ketika hujan ekstrem, banjir, longsor, atau permasalahan lingkungan terjadi, pemerintah kampung harus bisa bergerak cepat,” tegasnya.
Melalui ruang fiskal yang memadai dalam Dana Desa 2027, ia berharap desa-desa di wilayah rawan bencana tetap masyarakat memiliki daya tahan dan kemampuan optimal sebagai garda terdepan dalam melindungi keselamatan serta ketahanan pangan daerah. (*)
Baca juga: Bupati Tagore Desak DPD RI Percepat Rehabilitasi Pascabencana di Bener Meriah