Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG-Tim SAR gabungan melakukan pencarian delapan orang yang hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau, sejak Senin (7/9/2026).
Pencarian hari kelima, sejumlah tim memilih bersandar di Pulau Sebesi untuk tetap siaga memantau situasi sekaligus melanjutkan operasi pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan KN SAR Antasena yang terlibat dalam pencarian di Sektor 2 bersandar di Pulau Sebesi setelah melakukan penyisiran selama sekitar 11 jam 30 menit.
"KN SAR Antasena melakukan pencarian kurang lebih 11 jam 30 menit. Bertolak dari Dermaga Golden Key pukul 06.00 WIB, menyisir sebelah selatan Teluk Belimbing menuju Pulau Sebesi, dan lego jangkar pada pukul 17.00 WIB," katanya saat prescon, Sabtu (12/9/2026) malam.
Ia menjelaskan KN SAR Antasena tetap siaga di Pulau Sebesi untuk memantau situasi pada malam hari.
Selain KN SAR Antasena, KN SAR Basudewa juga melakukan pencarian di sekitar wilayah tersebut.
Alut dari Kantor SAR Lampung itu bertolak dari Dermaga Batu Panjang pada pukul 07.45 WIB, menyisir sebelah selatan Teluk Semangka, kemudian bergerak menuju sekitar Anak Gunung Krakatau dan direncanakan bersandar di Pulau Sebesi.
Pencarian di sekitar Pulau Sebesi menjadi perhatian tim SAR setelah data sinyal telepon seluler menunjukkan salah satu dari tujuh nomor ponsel penumpang sempat terdeteksi berada di perairan kawasan tersebut.
"Ya, berdasarkan data sinyal ponsel dari tujuh orang penumpang, ada satu nomor yang sempat terdeteksi berada di perairan Pulau Sebesi. Pengecekan ke lokasi tersebut sudah kami lakukan sejak hari kedua hingga hari ini," ucap Amrad.
Pada hari kelima pencarian, KN SAR Tetuka menemukan sejumlah barang di wilayah Sektor 5. Temuan pertama berupa jeriken minyak berwarna biru pada pukul 10.05 WIB.
Selanjutnya, pada pukul 12.33 WIB, tim menemukan helm berwarna merah. Pada sore hari, tim kembali menemukan dua life jacket, masing-masing berwarna oranye dan merah.
Seluruh barang tersebut telah dibawa menuju darat untuk diserahkan kepada pihak berwenang guna dilakukan identifikasi.
"Untuk hasil identifikasi nanti disampaikan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang. Kami sudah menyerahkan temuan tersebut, tinggal kita tunggu bersama hasilnya," jelasnya.
Meski menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan pencarian, hingga operasi hari kelima belum ada korban yang ditemukan.
Baca juga: BREAKING NEWS, Ditemukan Jeriken, Helm, 2 Life Jacket di Hari Kelima Pencarian 8 Orang Hilang Kontak
Amrad memastikan operasi SAR masih akan dilanjutkan. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), pencarian dilakukan selama tujuh hari.
Namun, apabila hingga hari ketujuh korban belum ditemukan, tim akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan memperpanjang operasi.
"Berdasarkan SOP kami tujuh hari. Tapi dari tujuh hari itu kita akan evaluasi kembali apabila rata-rata korban belum ditemukan, kita akan perpanjang," jelasnya.
Ia berharap korban dapat segera ditemukan sebelum operasi memasuki batas waktu tujuh hari.
"Ini baru hari kelima, kita berpikir semula semoga saja korban ditemukan. Jangan sampai hari ketujuh dengan SOP, itu harapan kita semua," ucap Amrad.
Operasi hari kelima melibatkan 14 alat utama (alut), termasuk unsur udara, yang dibagi ke dalam tujuh sektor pencarian.
Unsur gabungan tersebut berasal dari TNI AL, Polairud, Basarnas Kantor SAR Banten, Jakarta, Lampung hingga Bengkulu.