TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tim SAR gabungan kembali menemukan life jacket bewarna oranye dalam operasi pencarian delapan orang yang hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Delapan orang yang hilang berada di kapal cepat Arupadhatu 1, lima di antaranya merupakan jurnalis.
Sementara tiga orang lainnya merupakan awak dan pemandu kapal, yakni Warta (55) selaku kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Life jacket yang ditemukan pada hari keempat pencarian tersebut dipastikan bukan bagian dari perlengkapan keselamatan kapal Arupadhatu 1.
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, mengatakan kepastian itu diperoleh setelah pihaknya melakukan pemeriksaan dan mengonfirmasi langsung kepada pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa.
"Penemuan yang kemarin hari keempat, ada satu life jacket juga sama, kita sudah interogasi tadi malam dari kasubdit gakkum Polairud, itu bukan sarana milik kapal Arupadhatu 1," kata Hengki di Pelabuhan Ciwandan, Banten, Sabtu (12/9/2026).
Hengki menjelaskan sebelumnya Tim SAR juga menemukan sebuah life jacket dan pelampung berwarna putih dalam operasi pencarian.
Kedua temuan tersebut, lanjut Hengki, telah dikonfirmasi kepada pemilik kapal dan dipastikan bukan merupakan perlengkapan keselamatan yang digunakan kapal Arupadhatu 1.
"Jadi, baik dari penemuan yang pertama berupa satu life jacket maupun pelampung warna putih, itu sudah jelas hasil dari pemeriksaan interogasi kita kepada pemilik kapal Bapak Sandi Wiyasa, itu bukan merupakan sarana keselamatan atau life jacket yang dimiliki kapal Arupadhatu 1 yang sedang kita cari, termasuk penemuan yang kemarin hari keempat, ada satu life jacket juga sama (bukan milik kapal tersebut)," ucapnya.
Meski demikian, operasi pencarian terhadap kapal Arupadhatu 1 dan delapan orang di dalamnya tetap dilanjutkan pada hari kelima.
KP Sanjaya diberangkatkan sekitar pukul 07.30 WIB dari Pelabuhan Ciwandan untuk melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
Dalam operasi hari kelima, kapal tersebut akan menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 80 mil dengan kecepatan sekitar 10 knot. Perjalanan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih delapan jam.
Tim SAR gabungan juga memperluas area pencarian menjadi 4.512 nautical mile. Jumlah kapal yang dikerahkan bertambah dari sebelumnya 13 kapal menjadi 14 kapal.
Ke-14 kapal tersebut akan dibagi ke dalam enam sektor untuk memaksimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang.
Pencarian akan difokuskan di sejumlah wilayah, termasuk sekitar Lampung, Bengkulu, dan Ujung Kulon.
Hingga hari kelima, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak.