Jumlah Panen Berkurang, Harga Gabah di Malang Tembus Rp7.700per Kg
Ndaru Wijayanto September 13, 2026 12:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Kabupaten Malang, Jawa Timur saat ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan pemerintah.

Di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, harga GKP di tingkat petani mencapai Rp7.700 per kilogram.

Harga tersebut lebih tinggi dibanding HPP GKP yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Petani di Desa Purwoasri, Dodik, mengatakan tingginya harga gabah terjadi seiring berkurangnya hasil panen.

Berkurangnya jumlah panen tersebut disebabkan salah satunya kondisi air irigasi yang menyusut di musim kemarau.

Baca juga: Harga Gabah Rp 8.275 per Kg, Petani di 13 Kecamatan Lamongan Ketiban Rezeki

Saat ditemui, Dodik sedang menjemur hasil panennya. Jumlah panen saat ini berkurang dibanding musim-musim sebelumnya.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, para petani terpaksa menaikkan harga jual. 

“Harga gabah naik karena panen agak berkurang, apalagi air irigasi juga mulai sulit,” ujar Dodik.

Kenaikan harga gabah menuntut kenaikan harga beras. Dodik menjual beras dengan harga Rp 15.000,00 per Kg. Dalam kemasan 5 Kg, harganya dipatok Rp75.000,00.

Baca juga: Nekat Curi Gabah Siang Bolong, Maling di Tuban Malah Bernasib Nahas, Ending Tersungkur

Sebagai petani, Dodik berharap pemerintah bisa memahami kondisi di lapisan bawah.

Harga HPP bisa diperbarui karena petani tengah menghadapi tantangan panen di musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kota Malang, Slamet Husnan mengungkapkan kebutuhan beras di Kota Malang sebanyak 91.639,38 ton periode Januari-Desember.

Sedangkan Kota Malang sendiri tidak bisa memproduksi kebutuhan pangan beras.

Kota Malang masih mengandalkan pasokan dari luar daerah seperti Kabupaten Malang. Konsumsi rumah tinggi mencapai 62 ton, sedangkan non rumah tangga hanya 28 ton per tahunnya.

“Data itu proyeksi terbaru dan realisasi neraca pangan pada Juli 2026,” terang Slamet.

Pada realisasi Agustus, total kebutuhan beras 7.750,90 ton dengan ketahanan 10 hari, dan proyeksi pada September sebanyak 7.500,87 ton dengan ketahanan 8 hari.

Di tempat terpisah, Kepala Bulog Cabang Malang, M. Nurjuliansyah Rachman menyatakan stok beras di gudang mencapai 100 ribu ton. 

Beras sebanyak itu mencukupi kebutuhan sampai panen tahun depan.

Sejak Januari 2026 hingga 8 September 2026, Bulog Cabang Malang telah menggelontorkan sebanyak 3.600 ton beras SPHP.

Ada tujuh tempat penyaluran beras SPHP yakni melalui gerakan pangan murah, outlet pangan di BUMN atau BUMD, koperasi binaan Pemkot Malang, pengecer di pasar, ritel modern, dan rumah pangan kita.

Nurjuliansyah menyebut beras SPHP yang merupakan kelas medium masih tersedia di pasar.

Bulog menyalurkan pasokan beras kepada masyarakat melalui program bantuan pangan. Bantuan tersebut menyasar masyarakat penerima yang berada pada desil 1 hingga desil 4 berdasarkan data Kementerian Sosial. 

Nurjuliansyah menerangkan, salah satu faktor yang memengaruhi langkanya beras premium adalah tingginya harga gabah.

Kondisi itu membuat produsen berhati-hati melepas harga beras ke pasar karena harga jual berpotensi melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika produsen menjual di atas HET, maka akan kena sanksi.

"Teman-teman produsen tidak berani melepas karena harga gabah tinggi, karena pasti di luar HET," ujarnya.

Di tengah terbatasnya beras premium, Nurjuliansyah meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Ia memastikan Bulog Malang tetap menyediakan beras SPHP kualitas medium sebagai alternatif bagi masyarakat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.