BANGKAPOS.COM - Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan meski harga minyak dunia terus melambung.
Keputusan ini diambil sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto demi menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dunia yang fluktuatif.
"Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," ujar Bahlil di kantornya, Sabtu (12/9/2026).
Ia mengakui bahwa keputusan mempertahankan tarif BBM subsidi bukanlah hal yang ringan.
Lonjakan harga minyak global berpotensi meningkatkan beban subsidi yang ditanggung APBN.
Namun, perlindungan terhadap daya beli masyarakat menengah ke bawah menjadi prioritas utama Presiden Prabowo.
Sebagai antisipasi, pemerintah menyatakan siap menambah anggaran subsidi BBM. Menurut Bahlil, harga Indonesian Crude Price (ICP) saat ini berada di kisaran 106–108 dolar AS per barel.
Meski demikian, rata-rata ICP periode Januari hingga September 2026 masih terjaga di angka 85–90 dolar AS per barel, sehingga secara keseluruhan dinilai masih stabil.
Sebagai gambaran, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk pengiriman November 2026 ditutup di level 104,61 dolar AS per barel pada Jumat (11/9/2026). (Sumber : Tribunnews)