Maria Kristin soal Tunggal Putri Indonesia: Mental Tangguh Kunci Utama Bersaing di Level Dunia
Dwi Setiawan September 13, 2026 02:38 AM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Niken Thalia

TRIBUNNEWS.COM - Legenda bulu tangkis Indonesia jebolan PB Djarum, Maria Kristin, menyoroti perkembangan sektor tunggal putri.

menurutnya masih menghadapi tantangan untuk melahirkan pemain tangguh di tengah persaingan level dunia.

Maria Kristin yang pernah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bermain bulu tangkis.

Kesiapan mental pemain ketika mulai memasuki jenjang yang lebih tinggi turut disorot.

Menurut Maria, fase usia di bawah 17 tahun menjadi salah satu periode penting.

"Biasanya di U-17 ini kan sudah mulai ada masalah-masalah di luar badminton, jadi ketika melihat saingan sudah jauh, dari situ harus menentukan mau lawan keraguan itu apa nyerah," kata Maria Kristin ketika ditemui wartawan di Media Center GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (12/9/2026).

Baca juga: Petuah Liliyana Natsir untuk Atlet Muda PB Djarum: Kalau Mau Jadi Atlet, Hiduplah sebagai Atlet

Situasi tersebut membuat ketangguhan mental menjadi salah satu aspek yang menurut Maria cukup sulit ditemukan secara konsisten pada pemain tunggal putri.

"(Di tunggal putri) Punya mental yang tangguh banget, yang ada bangetnya itu agak susah," ujar Maria.

Mental Jadi Tantangan saat Naik Level

Persoalan mental tersebut menurut Maria juga dapat semakin terasa ketika pemain mulai memasuki Pelatnas.

Pada tahap itu atlet dituntut untuk mampu bersikap lebih mandiri dalam menjalani kehidupan sebagai pemain profesional.

"Ketika kita masuk Pelatnas kan sudah benar-benar mandiri, dan harus ngerti, nah yang baru masuk-masuk Pelatnas itu kayak belum ngerti," tuturnya.

Maria menilai pemain yang belum memiliki kesiapan mental dan kedewasaan berpikir dapat mengalami gangguan ketika menghadapi tekanan.

Praktis, proses adaptasi di lingkungan Pelatnas menjadi tantangan tersendiri.

"Apalagi sudah kena mental itu akan mengganggu, jadi pikirannya harus lebih dewasa," sambung Maria.

Sorotan Maria tersebut juga tidak terlepas dari perjalanan Putri Kusuma Wardani yang sempat menunjukkan peningkatan ketika tampil di Kejuaraan Dunia BWF 2025.

"Sebenarnya Putri Kusuma Wardani (Putri KW) kemarin sudah sempat naik, tapi balik lagi kita enggak pernah tahu apa yang dia alami di sana sehingga sampai mungkin terganggu itu kita enggak tahu," kata Maria.

lihat foto
PB DJARUM - Legenda PB Djarum, Maria Kristin Yulianti, ketika berada dalam gelaran Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus, di Media Center GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 12 September 2026. (Tribunnews Solo/Niken Thalia)

Harapan untuk Putri KW dan Para Junior

Maria tidak ingin terlalu jauh menyimpulkan kondisi yang dialami Putri KW karena menurutnya hal tersebut hanya diketahui oleh sang pemain.

Tetapi ia berharap siapa pun yang menjadi wakil Indonesia mampu memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai situasi.

"Tapi pasti pengen punya pemain tangguh apa pun kondisi dan masalahnya," ujar Maria.

Karena itu, Maria berharap Putri KW bersama para pemain junior lainnya dapat memiliki tujuan yang jelas.

Tentu wajib menjaga fokus untuk mengejar target mereka di tengah ketatnya persaingan tunggal putri dunia.

"Harapannya Putri KW dan junior-junior lain harus punya tujuan dan fokus saja ke situ," pungkas Maria.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.