Hasil Liga Inggris: Sunderland Gagal Penalti, Arsenal Sempurna 12 Poin di Puncak Klasemen
Dwi Setiawan September 13, 2026 05:30 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Hasil akhir laga Sunderland vs Arsenal pada matchday keempat Liga Inggris, Minggu (13/9/2026) berakhir senyuman untuk tim tamu.

Arsenal yang bertindak sebagai tim tamu keluar sebagai pemenang, setelah menang dua gol tanpa balas atas Sunderland.

Bertanding di Stadium Of Light, jalannya laga kedua tim berlangsung dengan permainan keras dan penuh drama sepanjang 90 menit.

Sunderland selaku tuan rumah seharusnya punya kesempatan untuk memimpin terlebih dahulu pada menit ke-56.

Sayangnya, Enzo Le Fee yang menjadi eksekutor penalti Sunderland gagal mengeksekusi peluangnya dengan baik, lantaran tembakannya dari titik putih ditepis oleh David Raya.

Tak berselang lama, Arsenal justru menciptakan gol lewat aksi ajaib Bruno Guimaraes, dua menit berselang setelah kegagalan penalti Sunderland.

Eks pemain Newcastle United itu mencetak gol brilian dari luar kotak penalti, setelah menerima assist dari Declan Rice.

Arsenal baru bisa mengunci tiga poin penuh dari kandang Sunderland, setelah Bukayo Saka mencetak gol penutup kemenangan timnya lewat titik putih di penghujung laga.

Gol Bukayo Saka akhirnya memastikan raihan tiga poin Arsenal dari kandang Sunderland pada pekan keempat Liga Inggris.

Laju Arsenal musim ini masih sempurna dengan menyapu bersih empat laga pertama di Liga Inggris dengan kemenangan.

Bahkan, jika dihitung sejak Community Shield, Arsenal sudah memenangkan enam laga yang telah mereka mainkan musim ini, termasuk satu kemenangan lain melawan Napoli di matchday pembuka Liga Champions.

Dengan raihan poin sempurna yakni 12 poin dari 4 laga, Arsenal mengambil alih posisi puncak dari tangan Manchester City yang baru akan bermain malam ini melawan Manchester United, Minggu (13/9/2026).

Jalannya Pertandingan

Babak pertama dimulai, Arsenal langsung mengambil alih kendali permainan.

Permainan satu dua sentuhan dengan rotasi pemain yang mobile langsung diterapkan Arsenal.

Sisi kanan yang diisi Bukayo Saka dan Ben White tetap menjadi opsi utama Arsenal dalam membangun serangan.

Dibantu percikan kreatifitas Odegaard, sisi kanan benar-benar menjadi arah utama motor serangan Arsenal.

Kai Havertz yang bermain sebagai false nine, turut bermain bebas untuk menjembatani permainan timnya di lini depan.

Sepuluh menit laga berlangsung, belum ada satupun peluang yang diciptakan Sunderland maupun Arsenal.

Sunderland yang mengandalkan Brobbey sebagai ujung tombak, masih belum menemukan celah lini pertahanan Arsenal.

Pada menit ke-13, peluang emas pertama didapatkan Arsenal saat Declan Rice mengirimkan umpan kepada Bukayo Saka.

Sayangnya, sentuhan Saka kurang sempurna, dan peluang yang ia dapatkan berujung sia-sia saja.

Tiga menit berselang, gantian Sunderland yang menciptakan peluang, namun Daniel Ballard tidak bisa mengarahkan bola ke sudut yang berbahaya.

Dominasi total diperlihatkan Arsenal dalam memegang kendali permainan di paruh pertama, sayangnya belum efektif.

Menit ke-23, Gabriel mencoba melepaskan tembakan spekulasi untuk membantu rekan setimnya memecah deadlock.

Namun, tembakan jarak jauh yang dilepaskan Gabriel dengan kaki kirinya masih melebar tipis di kiri gawang tuan rumah.

Tak berselang lama, gantian Kai Havertz yang mencoba untuk membawa timnya unggul atas Sunderland.

Sayangnya, tendangan akrobatik yang dilakukan Havertz setelah menerima umpan Odegaard ditepis kiper tuan rumah.

Laga kian intens, di mana Sunderland masih memberikan perlawanan sengit dengan fisiknya untuk melawan Arsenal.

Duel keras antara pemain kedua tim menjadi tontonan yang mewarnai jalannya laga sepanjang babak pertama.

Hingga akhirnya, laga babak pertama antara Sunderland vs Arsenal berkesudahan dengan hasil imbang tanpa gol.

Kontra strategi dilakukan Arteta dengan menarik keluar dua pemainnya, Ben White dan Lewis-Skelly, digantikan Jurrien Timber dan Bruno Guimaraes di awal babak kedua.

Sunderland yang hampir tertekan pada babak pertama, langsung menggebrak di babak kedua.

Hadiah penalti mampu mereka dapatkan setelah John Brooks jatuh di kotak terlarang, setelah kontak dengan Ezri Konsa.

Wasit yang tergoda untuk menunjuk titik putih pun akhirnya benar-benar memberikan hadiah penalti kepada Sunderland.

Sayangnya, Enzo Le Fee yang menjadi eksekutor gagal menuntaskan tugasnya dengan baik saat mengeksekusi hadiah penalti yang didapatkan timnya menit ke-56.

Enzo Le Fee gagal menaklukkan David Raya yang berhasil menebak arah penaltinya ke sisi kiri gawang Arsenal.

Tak berselang lama, Arsenal justru mampu mencuri keunggulan dan mendapatkan momentum, setelah Bruno Guimaraes mencetak luar biasa menit ke-58.

Berawal dari operan Declan Rice, tendangan akurat dilepaskan oleh Bruno Guimaraes dari luar kotak penalti, untuk menjebol jala gawang Sunderland.

Arsenal yang awalnya hampir tertinggal, justru berbalik memimpin setelah mencetak gol tak terduga lewat pemain barunya, Bruno Guimaraes.

Pertandingan kian menarik setelah momentum yang awalnya berpihak ke Sunderland, berbalik ke Arsenal.

Arsenal beberapa kali punya peluang untuk menggandakan keunggulan, entah lewat Havertz, Saka, hingga Bruno.

Tapi, tidak ada satupun yang bisa dikonversikan menjadi gol oleh para pemain tersebut.

Hal serupa juga dimiliki Sunderland yang beberapa kali punya kesempatan menyamakan skor, termasuk lewat Brobbey.

Namun, kesigapan lini belakang Arsenal dalam menghalau setiap serangan Sunderland, membuat tuan rumah frustrasi.

Ketangguhan duet Konsa dan Gabriel, ditambah masuknya Timber, membuat pertahanan Arsenal makin berlapis.

Di menit terakhir, Arsenal mengunci kemenangan berkat gol penalti yang dicetak Bukayo Saka.

Gol Bukayo Saka akhirnya mengunci tiga poin Arsenal untuk keempat kalinya secara beruntun khusus di kompetisi Liga Inggris.

Berkat kemenangan ini, Arsenal berhak mengambil alih posisi puncak klasemen dari tangan Manchester City, dengan koleksi 12 poin dari empat laga yang dimainkan.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.