Tim Pencari Bakat PB Djarum Mulai Temukan Kandidat Peraih Super Tiket, Fighting Spirit Jadi Sorotan
Thomas September 13, 2026 07:00 AM

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan memperebutkan Super Tiket pada Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 semakin sengit. Memasuki hari keempat yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (12/9/2026), Tim Pencari Bakat mulai mengantongi sejumlah nama yang dinilai memiliki potensi menjadi atlet bulutangkis berkualitas di masa depan.

Super Tiket tidak hanya diberikan kepada peserta yang mampu melaju jauh melalui jalur turnamen. Peserta yang tersingkir tetapi menunjukkan kemampuan, karakter, serta potensi perkembangan juga masih berpeluang mendapatkan tiket istimewa dari Tim Pencari Bakat.

Legenda bulutangkis PB Djarum sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Hastomo Arbi, mengungkapkan pihaknya telah memiliki beberapa kandidat, khususnya dari sektor putra.

Peraih Piala Thomas 1984 tersebut mengatakan proses pemantauan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya melihat hasil pertandingan, Tim Pencari Bakat juga mencermati kemampuan teknis, karakter permainan hingga potensi fisik setiap peserta.

"Saya mengantongi beberapa nama karena saya lihat skill mereka itu bagus sekali. Dari cara bertandingnya ada yang berbeda dari pemain lain dan juga dari postur tubuh. Tapi penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memproyeksikan apakah mereka bisa diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang," ujar Hastomo.

Jethro Alexander Kemas Ingin Tebus Kegagalan Tahun Lalu

Legenda PB Djarum sekaligus tim Pencari Bakat PB Djarum, Hastomo Arbi. (Bola.com/PB Djarum)
Legenda PB Djarum sekaligus tim Pencari Bakat PB Djarum, Hastomo Arbi. (Bola.com/PB Djarum)

Salah satu peserta yang mencuri perhatian pada fase turnamen hari keempat adalah atlet KU-11 putra asal Palembang, Jethro Alexander Kemas.

Audisi Umum PB Djarum 2026 bukan pengalaman pertama bagi Jethro. Tahun ini menjadi keikutsertaan ketiganya setelah sebelumnya tampil pada 2024 dan 2025.

Perjalanan Jethro tahun lalu sebenarnya cukup menjanjikan. Ia berhasil menembus tahap karantina, tetapi harus mengubur impiannya setelah kondisi kesehatan yang kurang maksimal membuat penampilannya tidak optimal.

Kini, Jethro kembali dengan motivasi lebih besar. Bahkan, kemenangan pada Sabtu (12/9) terasa spesial karena ia berhasil mengalahkan pemain yang sebelumnya menyingkirkannya pada Audisi Umum tahun lalu.

"Hari ini saya berhasil menang melawan pemain yang ngalahin saya di audisi tahun lalu, senang banget. Saya mau masuk PB Djarum supaya bisa menjadi pemain hebat. Terus juga bisa bikin bangga orang tua yang sudah banyak berkorban untuk saya latihan bulutangkis," kata Jethro.

Ia pun berharap kerja kerasnya tahun ini berbuah Super Tiket sekaligus kesempatan menjadi bagian dari keluarga besar PB Djarum.

Maria Kristin Soroti Semangat Pantang Menyerah

Jika Hastomo Arbi mengamati sejumlah kandidat dari sektor putra, anggota Tim Pencari Bakat dari sektor putri, Maria Kristin Yulianti, juga mengaku telah menemukan beberapa nama yang dinilai layak mendapatkan Super Tiket pilihan.

Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 itu menegaskan bahwa hasil pertandingan bukan satu-satunya parameter. Semangat juang dan keinginan untuk terus bertarung hingga poin terakhir menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian.

Menurut Maria Kristin, kandidat Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat umumnya berasal dari peserta yang tersingkir di babak 32 besar. Mereka kemudian dipantau berdasarkan potensi yang terlihat selama berada di lapangan.

"Kami melihat kerja keras dan daya juang mereka di lapangan, jadi tidak hanya hasil akhir semata. Dan dari pengamatan kami, ada beberapa yang mainnya ngoyo dan terlihat tidak mau kalah," tutur Maria Kristin.

"Artinya mereka memiliki spirit yang tinggi untuk menang, ini yang juga bisa menjadi kandidat peraih Super Tiket," sambungnya.

Syarifah Adshila Ingin Buktikan Diri

Salah satu pemain yang menunjukkan semangat pantang menyerah tersebut adalah Syarifah Adshila Nugroho.

Peserta KU-12 putri dari PB Champion Reborn Yogyakarta itu harus bekerja keras untuk melewati babak 32 besar. Syarifah akhirnya mengalahkan Riezqy Magisthira Nasruddin dari PB Champion Klaten melalui pertandingan tiga gim dengan skor 12-21, 21-17, 21-10.

Perjalanan Syarifah di Audisi Umum PB Djarum juga bukan cerita baru. Tahun lalu, ia berhasil mencapai tahap karantina, tetapi belum mampu mendapatkan tempat di PB Djarum.

Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Syarifah. Ia mengaku mendapat masukan bahwa semangat bertandingnya ketika itu belum maksimal.

"Tapi waktu itu gak berhasil masuk PB Djarum karena tim pelatihnya merasa aku tampil kurang semangat. Jadi sekarang aku mencoba lebih siap di atas lapangan, secara fisik juga harus ditingkatkan," ujar Syarifah.

Tahun ini, ia datang dengan tekad memperbaiki kekurangan tersebut. Bahkan, Syarifah harus mengikuti audisi tanpa didampingi orang tua.

"Sekarang aku ke sini tanpa ditemani orang tua. Jadi lebih terpacu untuk membuktikan diri kalau aku bisa memperbaiki apa yang kurang tahun lalu. Jadi aku akan memaksimalkan di audisi kali ini," katanya.

 

Minggu Jadi Penentuan Super Tiket

Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus akan memasuki hari terakhir pada Minggu (13/9/2026). Pada hari penentuan tersebut, peserta yang berhak mendapatkan Super Tiket akan diumumkan untuk kemudian melanjutkan perjuangan ke tahap karantina.

Untuk sektor putra, peserta harus mampu menembus babak semifinal guna mengamankan Super Tiket. Sementara itu, di sektor putri, tiket diberikan kepada pebulutangkis muda yang berhasil mencapai babak final.

Namun, peluang belum tertutup bagi peserta yang gagal memenuhi jalur tersebut. Tim Pencari Bakat masih memiliki kewenangan memberikan Super Tiket kepada pemain yang dianggap memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Setelah mengantongi Super Tiket, para pemain akan menjalani tahap karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum. Dalam periode tersebut, mereka akan menjalani serangkaian penilaian, mulai dari kemampuan fisik, kedisiplinan, teknik bermain, hingga perilaku sehari-hari di luar lapangan.

Hasil penilaian selama karantina nantinya menjadi penentu apakah para peserta layak bergabung sebagai atlet binaan PB Djarum dan melanjutkan perjalanan menuju level prestasi yang lebih tinggi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.