Sulsel Langka BBM Dua Bulan Terakhir, Warga Berkeliling Berjam-jam dan Pertamina Minta Maaf
Laksmi Anindita September 13, 2026 08:44 AM

TRIBUNWOW.COM - Antrean mengular hingga kekosongan stok bensin di berbagai SPBU menjadi pemandangan umum di Sulawesi Selatan selama dua bulan terakhir. Buruknya pasokan BBM ini tidak hanya melumpuhkan mobilitas warga, tetapi juga memicu kemacetan parah dan gelombang protes masyarakat.

Demi mendapatkan BBM, warga terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam berkeliling mencari SPBU hingga unit Pertashop yang masih memiliki stok.

Pengalaman pahit ini di antaranya dirasakan oleh Musdalifah dan Aprilia, dua mahasiswa UIN Alauddin Makassar di Kabupaten Gowa. Pada Kamis (10/9/2026), mereka harus membuang waktu lebih dari dua jam untuk berburu bensin.

"Dari jam 8 saya keluar, keliling Samata, Gowa cari bensin tidak ada, kosong semua, sisa ini (Pertashop) harapanku," kata Musdalifah. Ia mengaku pencarian bensin sudah dilakukannya sejak Rabu (9/9/2026) malam pukul 23.00 WITA, namun seluruh SPBU yang didatanginya telah habis stok.

Keluhan serupa diutarakan Hasriani, warga Kota Makassar yang terpaksa urung mengisi BBM di SPBU Veteran Selatan akibat antrean kendaraan yang mengular.

"Saya sudah 30 menit antre tapi masih panjang, jadi saya tinggalkan," tuturnya.

Baca juga: Sebut BGN Keberatan Jalankan Program MBG, Politisi Edy Wuryanto Minta BGN Libatkan Pihak Lain

Pertamina Sampaikan Permohonan Maaf

Pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi tidak menampik adanya fenomena antrean panjang dan kelangkaan stok BBM yang melanda Sulsel selama dua bulan terakhir.

Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, menyampaikan permohonan maaf resmi kepada masyarakat terdampak.

"Pertama-tama kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama ini. Kami meminta pengertian, permohonan maaf dari Pertamina kepada seluruh masyarakat yang terdampak," ujar Axel.

Axel menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memperbaiki kinerja operasional serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Namun, Pertamina belum dapat memberikan kepastian tanggal mengenai kapan krisis pasokan ini berakhir dan hanya berjanji akan menyelesaikannya dalam waktu secepat-cepatnya.

Memicu Unjuk Rasa Buruh dan Mahasiswa

Berlarutnya krisis BBM ini akhirnya memicu aksi demonstrasi dari puluhan buruh dan mahasiswa di depan Kantor Pertamina Regional 7 di Jalan Garuda, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, pada Kamis (10/9/2026) siang.

"Sudah banyak keresahan masyarakat terjadi akibat kelangkaan BBM. Aktivitas masyarakat sudah sangat terganggu akibat kemacetan antrean di SPBU," seru orator aksi dari atas mobil bak terbuka.

Aksi unjuk rasa tersebut sempat diwarnai suasana tegang karena pimpinan Pertamina tak kunjung keluar. Situasi akhirnya mereda setelah perwakilan dari Pertamina Regional 7, yakni Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, menemui dan mendengarkan langsung aspirasi para pendemo.

Baca juga: Viral Penumpang LRT Jabodebek Marah saat Ditegur Petugas Gara-gara Minum di Dalam Kereta

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.