TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Seorang remaja berusia 18 tahun, M. Fahrur, ditemukan tewas setelah melompat dan tenggelam di aliran Sungai Tukad Badung, tepatnya di kawasan Jembatan Merah, Banjar Buagan, Desa Pemecutan Klod, Denpasar Barat, Denpasar, Bali, pada Sabtu 12 September 2026 sore.
Peristiwa tragis tersebut bermula saat korban bersama rekan-rekannya datang ke lokasi sekitar pukul 14.00 WITA untuk memancing ikan di Tukad Mati.
Berdasarkan keterangan Arif, rekan korban di lapangan, korban awalnya memancing di area bawah jembatan.
Sekitar pukul 15.00 WITA, korban tiba-tiba melepas pakaian, topi, serta meletakkan tas selempangnya di atas batu sebelum melompat ke aliran sungai.
Baca juga: Pencarian WNA Polandia Terseret Arus dan Tenggelam di Pantai Tembles Jembrana Bali Masih Nihil
"Saksi di lokasi melihat korban sempat melambaikan tangan sambil tersenyum sesaat sebelum melompat ke air. Saksi mengira korban mahir berenang," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Namun, dugaan rekan-rekan korban salah. Tak berselang lama setelah masuk ke dalam air, pemuda asal Jember, Jawa Timur tersebut tampak kesulitan hingga akhirnya terseret arus ke dasar sungai dan tidak muncul kembali ke permukaan.
"Rekan korban sempat berupaya menolong dengan ikut melompat dan menyelam ke dasar sungai. Namun posisi korban sudah tidak terlihat karena kondisi air dan kedalaman sungai," jelasnya.
Baca juga: Wisatawan Cilik Asal Lombok Tewas Tenggelam di Kolam Privat Glamping Kintamani Bali
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan dari Basarnas Bali dan BPBD Kota Denpasar untuk melakukan operasi pencarian di seputar titik lokasi kejadian.
Dari lokasi kejadian, petugas turut mengamankan sejumlah barang bawaan milik korban, di antaranya satu buah joran pancing berwarna merah, baju polo hitam, topi biru, serta tas selempang hitam berisi ponsel dan dompet.
Setelah proses pencarian intensif selama kurang lebih dua setengah jam, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 17.30 WITA tidak jauh dari titik awal ia melompat.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban diketahui memang tidak memiliki kemampuan berenang.
"Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 17.30 WITA dalam kondisi meninggal dunia," bebernya.
"Jenazah sudah langsung dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar menuju RSUP Prof. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut," pungkas Iptu Gede Adi. (*)